BeritaPendidikan dan Kebudayaan

Kadis P K TTS Beberkan Alasan Pencopotan Yesaya Ato Dari Jabatan Kepala Sekolah

×

Kadis P K TTS Beberkan Alasan Pencopotan Yesaya Ato Dari Jabatan Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Kepala Dinas P dan K TTS, Dominggus Banunaek

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

SUARA TTS. COM | SOE – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Dominggus Banunaek angkat bicara terkait alasan pencopotan Yesaya Ato dari jabatan sebagai kepala Sekolah SMP Satap Oelali. Dominggus mengatakan, Yesaya dicopot setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap kinerjanya sebagai kepala sekolah.

Dimana, kinerja Yesaya dinilai tidak memuaskan karena sering kali menghambat pencairan dana BOS.

Yesaya sering terlambat dalam memasukan syarat pencairan dana BOS dan terlambat dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS.

Hal ini dikatakan Dominggus, tidak hanya berdampak pada operasional sekolah, pembayaran gaji guru honorer, tetapi juga berdampak pada Dinas bahkan hingga Pemda TTS. Oleh sebab itu, sesuai Komitmen bersama, kepala sekolah yang berkinerja kurang baik terpaksa dicopot.

“ kita sudah evaluasi beberapa tahun terakhir memang kinerja pak Yesaya tidak begitu bagus sehingga terpaksa kita ganti. Beliau sering menghambat pencairan realisasi dan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS. Hal ini dampaknya sangat besar sehingga terpaksa kita ganti sesuai komitmen yang telah kita sepakati bersama,” terang Dominggus saat dijumpai SUARA TTS. COM, Senin 12 September di ruang kerjanya.

Terkait aksi penyegelan ruang kelas yang dilakukan oleh keluarga Yesaya sebagai buntut pencopotan Yesaya, Dominggus menjelaskan, tim dari Dinas Pendidikan sudah turun ke Desa Manufui untuk membuka segel tersebut.

Ia sendiri sempat menghubungi Yesaya untuk segera membuka segel tersebut namun tidak dijawab. Karena tidak dijawab, Dominggus lalu berkoordinasi dengan kepala desa dan camat agar segel bisa segera dibuka.

“ tim sudah turun untuk berkomunikasi dengan keluarga Yesaya agar segel bisa segera dibuka,” jelasnya.

Jika keluarga berkeras tidak mau membuka segel tersebut lanjut Dominggus, maka pihaknya akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

“ ruang kelas itu aset daerah sehingga tidak boleh disegel seperti itu. Kalau hari ini tidak dibuka maka kita akan lapor hal ini ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, SMP Satap Oelali, Desa Manufui, Kecamatan Santian disegel keluarga Yesaya Ato sebagai buntut dari pencopotan Yeyasa dari posisi kepala sekolah. Pihak keluarga diduga kesal karena posisi Yesaya digantikan Hesron Dias padahal masa jabatan Yesaya masih tersisa 1 tahun lebih.

Aksi penyegelan tersebut terjadi pada Jumat 9 September 2022 sore. Menggunakan balok kayu, pihak keluarga Yesaya menyegel pintu masuk ruang kelas. Hingga saat ini, tiga ruang kelas sekolah tersebut masih tertutup balok kayu sehingga aktivitas KBM tidak bisa berjalan.

Meri, salah satu guru di sekolah tersebut menceritakan, Jumat sore dua saudari perempuan Yesaya Ato, Antoneta Ato dan Ana Ato menyegel pintu masuk ke ruang kelas. Akibatnya, baik para murid dan guru tidak bisa masuk ke ruang kelas. Sejak Sabtu 10 September hingga Senin 12 September, aktivitas KBM di sekolah tersebut tidak bisa berjalan. (DK)

Editor  : Erik Sanu 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…