BeritaHukrim

Dinas P3A Dalami Hilangnya MN, Gadis 17 Tahun Yang Sempat Tinggal Di Rumah Pejabat TTS

×

Dinas P3A Dalami Hilangnya MN, Gadis 17 Tahun Yang Sempat Tinggal Di Rumah Pejabat TTS

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Plt Kepala Dinas P3A TTS,Robi Liunokas 

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota 

SUARA TTS. COM | SOE – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P3A) Kabupaten TTS mulai mendalami hilangnya MN, gadis 17 tahun asal Desa Oof usai diketahui hamil oleh kedua tuanya. MN sendiri diketahui sudah beberapa tahun terakhir tinggal bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS, Yupiter Pah di Kampung Sabu, Kota Soe. Sebelum diketahui menghilang, MN terlihat terakhir kali di rumah Yupiter Pah dalam keadaan berbadan dua.

PLT Kadis P3A Kabupaten TTS, Robinson Liunokas mengatakan, pihaknya telah menerima laporan orang hilang dari Mas Nome, yang merupakan ayah kandung MN. Usai menerima laporan tersebut, pihaknya akan segera mengeluarkan surat panggilan untuk Kadis Ketahan Pangan, Yupiter Pah selaku pengampu MN, istri Yupiter Pah, dan Dewi Nome, kakak kandung MN.

“ Sesuai jadwal, Senin depan kita ambil keterangan dari Yupiter Pah, istri Yupiter Pah selaku pengampuh MN selama tinggal di kota soe dan juga kita akan ambil keterangan dari kakak korban, yang bernama Dewi. Karena diketahui Dewi juga pernah tinggal di rumah Yupiter Pah bersama korban,” ungkap Robinson kepada SUARA TTS. COM, Rabu 19 Oktober 2022 di ruang kerjanya.

Berdasarkan keterangan pelapor, Mas Nome diketahui jika sebelum korban menghilang, pelapor sempat bertemu korban di rumah Yupiter Pah. Pelapor sempat meminta kepada Yupiter Pah agar bisa membawa korban kembali ke Desa Oof pasca diketahui hamil. Namun oleh Yupiter tidak diperbolehkan.

Keesokan paginya, ketika korban hendak dibangunkan, korban sudah tidak berada lagi di dalam kamarnya.

“ 9 Oktober itu Mas Nome ini masih bersama korban di rumah Pak Yupiter Pah. Mas Nome sempat mengutarakan niatnya untuk membawa kembali korban ke desa, namun oleh Yupiter Pah tidak diperbolehkan. Kaget, keesokan harinya, saat korban hendak dibangunkan oleh Yupiter Pah, korban diketahui sudah tidak berada lagi di dalam kamarnya,” terangnya.

Sementara itu, Yupiter Pah belum berhasil dikonfirmasi terkait hilangnya MN. Saat didatangi ke kantornya, Yupiter tidak berada di ruangan. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca ( cengang dua biru). Saat dicoba dikirimkan lagi pesan WhatsApp, hanya terlihat centang satu.

Dikutip dari soepost. COM, MN, Gadis tujuh belas tahun sesuai informasi dari orang tuanya Mas Nome, warga Desa O’OF Kecamatan Kuatnana Kabupaten Timor tengah Selatan diketahui menghilang usai Mas dan Istri tau jika MN sudah dalam kondisi berbadan dua, dalam usia kehamilan sekitar lima atau enam bulan.

Tentang kejadian ini, Mas Nome ayah MN yang saat dihubungi media ini usai melaporkan ke Polres Timor tengah Selatan, mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 2022,

“Sudah 7 tahun anak saya MN, bersekolah di Soe dan Tinggal dengan Pak Piet di Kampung Sabu Soe. Sampai kemarin tanggal 7 Oktober 2022, Pak Piet telepon dan suruh saya agar tanggal 9 itu ke rumah di Soe”,

“Mendapat Informasi tersebut, pada hari Minggu tanggal 09 Oktober saya datang ke rumah Pak Piet. Di rumah Pak Piet, ternyata saya diberitahukan kalau anak saya MN sudah tidak tinggal lagi disini dan dia sudah lari”

“Mendengar apa yang disampaikan, saya lalu telepon ibunya untuk datang ke Soe. Sambil menunggu istri yang dari kampung, saya pergi ke pasar inpres. Saat kembali bersama istri ke rumah pak Piet, ternyata anak saya MN ada di rumah Pak Piet. Lalu saya tanya, kamu kenapa??? MN menjawab, Bapa dengan Mama saya Hamil.” Ucap Mas

Kaget dengan informasi yang diberitahukan MN, Pak Piet yang merupakan Pengampu MN sendiri mengatakan kalau MN(17) sudah hamil sejak bulan April 2022,

“Bapa dengan Mama, MN sudah hamil dari bulan April(ucap Mes, menirukan gaya bicara Pak Piet). Mendengar hal itu, saya langsung tanya. Siapa yang kasih hamil MN, Pak Piet menjawab kalau orang Jawa yang kasih hamil dan fotonya saya simpan”,

“saya harap, MN tetap disini dan jangan pulang ke kampung, karena nanti ini bisa heboh kalau pihak kedua dan ketiga masuk, biar Mama datang tinggal disini ko jaga MN sampai melahirkan. Saya tidak mau malu,” Ucap Mas menirukan cara berbicara Pak Piet

“Saya dan istri sempat menangis karena melihat kondisi anak kami, tapi itupun disuruh jangan keras-keras Karena kalau tetangga dengar nanti Pak Piet Malu.”

“Saat malam tiba, saya dan istri masih di rumah Pak Piet dan menyampaikan permohonan kami untuk membawa MN pulang kampung, tapi tidak di ijinkan Pak Piet. Sehingga membuat saya bingung ini ada apa sebenarnya, jujur saya dan istri kecewa sekali. Masa anak kami hamil sejak bulan April, sama sekali tidak ada informasi kepada kami”,

“Sehingga saya dan istri memutuskan untuk keesokan harinya baru melanjutkan pembicaraan dengan pak Piet agar MN kami bawa ke kampung karena sudah membuat aib di rumah Pak Piet”

“Esok pagi sekitar jam lima pagi, saya bangun kemudian bergegas ke kamar MN untuk memanggilnya, namun beberapa kali memanggil tidak ada respon dari MN. Tak berselang datang Pak Piet dan menyuruh saja untuk masuk saja ke kamar MN biar bisa membangunkan MN tapi saya jawab, “Biar bapak, saya panggil dari sini saja”,

“Karena tak merespon, Pak Piet masuk ke kamar MN kemudian mendapati MN sudah tidak berada di kamarnya lagi. Atas dasar kejadian tersebut dan dalam posisi panik, kami mohon diri dan pulang ke kampung untuk mencari MN di teman dan keluarga. Tapi tak bertemu dengan MN”

“Beberapa hari, mencari di keluarga dan teman. MN tak ditemukan, sehingga saya memilih melaporkan kondisi ini ke Pihak Kepolisian karena Pak Piet juga sebagai Pengampu sudah lepas tangan terhadap urusan ini” Jelas Mas Nome

“Atas kejadian ini, atas nama orang tua dan keluarga. Kami meminta tolong dan bantuan, bagi siapa yang mungkin sedang menampung anak kami atau melihat anak kami. Mohon agar menghubungi kami di nomor hp : +62 812-3866-2625.” (DK)

Editor : Erik Sanu 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…