Berita

Part GMIT Koinonia Kupang Gelar Lomba Mewarnai Antar Anak-Anak Hingga Anak Remaja

×

Part GMIT Koinonia Kupang Gelar Lomba Mewarnai Antar Anak-Anak Hingga Anak Remaja

Sebarkan artikel ini

 

Kupangonline.com-KUPANG–  Dalam Lomba mewarnai yang dibuat oleh Part GMIT Koinonia Kupang, di ikuti anak-anak juga anak remaja sekolah minggu dari masing-masing lingkungan kegiatan ini berlangsung di gedung Gereja Koinonia Kupang.

Dalam perlombaan ini salah satu juri, Thomas Ratu ludji mengatakan bahwa lomba mewarnai ini mulai hari ini  Senin sore (15/4/24) kegiatan digelar di gedung Gereja Koinonia dan kegiatan mulai tanggal 15 april, 16 april,17 april dan 27 april 2024.

Lomba mewarnai ini ada empat kategori yakni lomba anak indria, lomba anak kecil, lomba anak tanggung dan lomba anak remaja, lomba mewarnai ini dalam merayakan paskah dan pentakosta Part GMIT Koinonia Kupang 2024,” ujar Thomas.

Lomba ini untuk anak-anak sekolah minggu GMIT Koinonia Kupang, dalam lomba kita akan ambil 3 orang pemenang di tiap kategori dalam lomba ini,” katanya.

Thomas, saya sebagai juri sangat bangga pada anak-anak yang ikut dalam.lomba mewarnai hari ni, karena setiap sekolah minggu di tiap lingkungan semuanya ikut meramaikan dalam lomba ini ada menang juga ada yang kalah tapi semua anak-anak yang ikut lomba ini mereka tidak penting menang atau kalah yang penting mereka senang dan karena bisa ikut lomba mewarnai ini,” jelas Thomas.

Dalam kegiatan lomba ini juga hadir salah satu senior mantan ketua Pemuda lingkungan lima dan juga mantan badan pengurus Pemuda tinggkat jemaat GMIT Koinonia Kupang,  Lexy Damaledo  ia juga menyebutkan bahwa lomba mewarnai sangat penting bagi para anak-anak kecil hingga anak remaja, karena lomba ini untuk beri wawasan luas untuk anak-anak dalam mewarnai sebuah gambar.

” Ini juga untuk menguji kecerdasan bagaimana mereka bisa mewarnai, saya juga sebagai orang tua sangat mendukung kegiatan ini dibuat oleh Part GMIT Koinonia Kupang;” ungkap Lexy.

Saya berharap para orang tua harus bisa berikan bimbingan pada anak-anaknya dalam belajar mewarnai, karena saya lihat banyak anak-anak dalam lomba ini masih belajar untuk mewarnai, tapi biarlah mereka berkembang dalam pertumbuhan karena kelak nanti mereka bisa jadi orang hebat buat GMIT Koinonia Kupang,” tegas Lexy( tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…