Berita

Cinta terlarang Kandas, LM Minta Camat Kuanfatu Selesaikan Denda Adat 

×

Cinta terlarang Kandas, LM Minta Camat Kuanfatu Selesaikan Denda Adat 

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Ilustrasi perselingkuhan

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

SUARA TTS. COM | SOE – Jalinan cinta terlarang Camat Kuanfatu, Susten Sesfao dengan LM (38) kandas usai hubungan tersebut diketahui istri Susten. Kendati telah kandas, hubungan tersebut tak bisa diakhiri begitu saja mengingat saat ini LM tengah mengandung janin yang berusia 5 bulan

LM sendiri sadar jika jalinan cintanya dengan Susten sudah tak bisa dilanjutkan lagi. Janji manis Susten untuk menjalin hubungan serius dengannya hanya isapan jempolan semata. Namun karena hubungan tersebut sudah berbuah Janin 5 bulan dan sudah diketahui oleh ibu kandung LM, LM meminta masalah tersebut diselesaikan secara adat.

LM tak keberatan jika harus meninggalkan Susten dan membesarkan anaknya sendirian, namun dirinya meminta Susten untuk mengurus denda adat.

“ Saya tahu kalau ini hubungan tidak bisa dilanjutkan lagi. Saya terima itu, saya siap besaran anak saya sendirian sebagai orang tua tunggal, tapi saya minta Susten harus mengurus denda adat. Saya siap memukul rasa malu ini sendirian,” ungkap LM sambil menahan tangis.

Selama mengandung, LM mengaku, Susten tidak mengurusnya dengan baik. Bahkan ketika diminta biaya untuk melakukan USG, Susten tidak mau memberikannya. Tak hanya itu, selama hamil 5 bulan Susten baru memberikan uang 1 juta. 500 ribu untuk biaya kos, dan 500 ribu lagi untuk biaya sayur.

“ Saya minta uang untuk USG dia (Susten) jawab saya bilang, emangnya kalau tidak USG itu anak mati. Jadi saya hanya bisa tarik napas dalam-dalam saja. Saya bilang dia jangan omong begitu. Kalau tidak mau kasih ya sudah,” kisah LM yang ditemui di Kota Soe.

Diberitakan sebelumnya, Camat Kuanfatu, Kabupaten TTS, Susten Sesfao menjalin cinta terlarang dengan wanita berinisial LM (38) hingga LM kini hamil 5 bulan. Susten sendiri diketahui sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan.

Jalinan cinta terlarang tersebut bermula dari perkenalan di Facebook pada tahun 2020 lalu. Susten tanpa basa- basi mengirim in box dan meminta LM mengirimkan foto-fotonya. Namun LM enggan mengabulkan permintaan Susten. LM justru memblokir pertemanan dengan Susten.

Susten sendiri yang sempat ditemui awak media beberapa waktu lalu tak menampik adanya jalinan cinta terlarang dengan LM. Dirinya juga tak menampik sebagai pria yang menghamili LM. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dikatakan Susten, sudah ada surat pernyataan yang berisi bahwa dirinya siap bertanggung jawab terhadap anak yang dikandung LM.

“ kita sudah selesaikan masalah itu secara kekeluargaan dan ada surat pernyataan. Saya siap bertanggungjawab terhadap anak LM,” sebutnya. (DK)

Editor : Erik Sanu          

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…