Kupangonline.com, Kupang – UPTD SMPN 14 Kota Kupang menggelar kegiatan kokurikuler dengan tema ‘Merajut Kreativitas, Melestarikan Budaya. Belajar Batik Jumputan Teknik Bersama Seniman’ pada Jumat 14 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan mendekatkan peserta didik dengan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kreativitas.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 14 Kupang, Merpati Oematan, mengatakan kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah melalui generasi muda.
”Kami merasa kegiatan ini sangat perlu untuk mendekatkan anak-anak dengan budaya lokal. Karena mereka sebagai generasi penerus yang akan terus melestarikan budaya daerah,” ujar Merpati.
Ia menjelaskan, sosialisasi kegiatan sudah dilakukan sejak sebulan lalu dan telah dipaparkan dalam program kerja tim kokurikuler. Pihak sekolah juga telah menggelar rapat bersama orang tua dan mendapat respon positif.
”Anak-anak zaman sekarang ini kalau sudah pegang HP pasti lupa membuat hal lain, sehingga kalau ada kegiatan begini, membangkitkan anak-anak untuk berinteraksi dengan teman-teman yang lain,” katanya.
Merpati berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan.
“Ini pastinya menjadi agenda rutin tiap tahunan. Ketika anak-anak sudah tahu cara pewarnaannya, mungkin mereka mau buka usaha dan bisa menghasilkan uang untuk diri mereka sendiri,” tambahnya.
Pemateri kegiatan, Yoel Fenin Lambert, menjelaskan materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan, teknik dasar, hingga proses pewarnaan batik jumputan.
”Kami rasa ini lebih bagus karena sebagian mata pelajaran juga. Selain kita belajar yang lain, kita juga harus belajar teknik dan bisa diaplikasikan. Dengan adanya seniman masuk sekolah, kita juga bisa belajar budaya kita,” ujar Yoel.
”Produknya nanti tergantung dari anak-anak. Mereka bisa buat hiasan dan lainnya,” lanjutnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, turut hadir dan memberikan apresiasi.
Ernest menyebut, kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, sekolah, akademisi, Polri, orang tua, dan media.
”Ini menunjukkan kebersamaan sekaligus optimisme kita semua tentang pentingnya kerja kolaborasi pentahelix dalam memajukan pendidikan di Kota Kupang,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengajarkan teknik membatik sekaligus pentingnya menjaga budaya di tengah cepatnya perkembangan teknologi.
”Harapan saya kegiatan seperti ini dilakukan secara terus-menerus sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Masing-masing sekolah tentunya punya karakter sendiri-sendiri. Kami mendukung semua upaya peningkatan kreativitas anak di tiap sekolah,” tegas Ernest. (*)









