Berita

Dua Kelompok Budidaya Ikan Di Oekefan Dapat Bantuan Bioflok dan Benih Ikan Lele

×

Dua Kelompok Budidaya Ikan Di Oekefan Dapat Bantuan Bioflok dan Benih Ikan Lele

Sebarkan artikel ini

Ket foto : Nampak penyerahan bantuan bioflok dan benih ikan lele di kelompok budidaya ikan Tunas Muda.

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

SUARA TTS. COM | SOE – Kelompok Budidaya ikan Logos dan Tunas Muda di keluarahan Oekefan, Kecamatan Kota Soe mendapatkan bantuan kolam bioflok dan benih ikan lele dari Dinas Perikanan Kabupaten TTS. Bantuan tersebut merupakan hasil Pokir Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan.

Kelompok budidaya Logos mendapatkan bantuan tiga kolam bioflok dan benih ikan lele sebanyak 3000 ekor. Sedangkan kelompok Tunas Muda mendapatkan bantuan tiga kolam bioflok dan 2600 benih ikan lele.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Selasa, 6 Desember 2022 oleh Simson Talelu, Kasubag tata usaha program dan pelaporan, Dinas Perikanan Kabupaten TTS disaksikan langsung, Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan.

Dalam arahannya, Simson menyampaikan bantuan tersebut merupakan bagian dari penguatan dan pendampingan terhadap kelompok budidaya ikan. Melalui budidaya ikan air tawar, diharapkan bisa meningkatkan ketahanan gizi masyarakat guna percepatan penurunan stunting. Selain itu, pengembangan budidaya ikan diharapkan bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat.

“ Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan penguatan ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, kita harapkan bantuan yang telah diterima dimanfaatkan dengan baik,” pinta Simson.

Yesua Manu ketua kelompok pembudidaya ikan Tunas Muda mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfuna dan Pemda TTS yang telah memberikan bantuan untuk pengembangan ikan air tawar, khususnya ikan lele. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara baik oleh 10 anggota kelompok hingga tiba waktunya untuk panen.

“ Kami bersyukur apa yang menjadi aspirasi kami telah dijawab oleh Pak Egi dan Pemda TTS. Benih ikan lele ini akan kami pelihara dengan baik sehingga waktu panen tiba,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan mengatakan, sebagai wakil rakyat sudah menjadi tugasnya memperjuangkan aspirasi masyarakat. Oleh sebab itu, melalui Pokir, dalam APBD tahun 2022, dirinya menjawab kebutuhan kelompok budidaya ikan Logos dan Tunas Muda.

“ Saya lihat mereka memang serius mau mengembangan budidaya ikan air tawar di kelurahan Oekefan sehingga lewat Pokir kita memberikan bantuan bioflok dan benih ikan lele. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dan dua kelompok ini bisa berkembang dengan baik,”harapnya. (DK)

Editor : Erik Sanu 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…