Hukrim

5 Fakta Tentang Kematian dr Icha Pakaenoni

6
×

5 Fakta Tentang Kematian dr Icha Pakaenoni

Sebarkan artikel ini
Almarhumah dr. Icha. Foto: Istimewa

Kupangonline.com,Kupang, Senin 6 Juli 2026 – Pasca kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr Icha, kini terus bergulir.

Sejak peristiwa bunuh diri dr Icha pada 26 Juni 2026, kini terus bergulir dimana almarhumah diduga telah diintimidasi saat menjalani profesinya sebagai dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

1. Meninggalnya dr Icha Diduga Diintimidasi Oknum DPRD TTU

Paman almarhumah dr Icha Fabianus Banase mengatakan, almarhumah dr Icha telah mengalami depresi berat pasca diintimidasi oleh Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, serta Veronika Lake.

Ketiganya merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten TTU, yang terseret dalam kasus tersebut. Kini persoalan ketiganya mendapatkan atensi dari masing-masing pimpinan partai di Jakarta.

Untuk Veronika Lake, pasca kejadian ia dinonaktifkan dari anggota legislatif sekaligus dari Partai DPI Perjuangan, yang dinyatakan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten TTU, Ronivon Natalino Bunga.

Sementara untuk Therensius Lazakar, mendapat atensi khusus dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji yang telah memerintahkan Ketua DPD I Golkar NTT, Alaik Nitti Susanto untuk memanggil dan melakukan penelusuran yang menyeret nama kader Golkar ini.

“Terhadap anggota DPRD yang berperilaku buruk kami minta DPD Provinsi untuk panggil dan menertibkan. Untuk kasus ini akan kami minta DPD Provinsi mendalami,” kata Sarmuji, belum lama ini.

Senada dengan Norbertus Tubani, anggota DPRD TTU sekaligus kader PKB itu, yang mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid.

Jazilul juga menanggapi anggota DPRD PKB Norbertus Tubani yang dikaitkan dengan kematian dokter Icha. Pihaknya akan menindak tegas kader yang melanggar hukum.

Ia mengalami depresi berat dan trauma psikologis setelah diduga diintimidasi dan dibentak oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bertugas di ruang IGD.

“Saya belum mendapatkan laporan dan tidak tahu persis kejadiannya, namun bila ada kader PKB yang melanggar hukum, etika dan kekacauan pasti akan kami tindak tegas,” kata Jazilul.

2. Kasus Kematian dr Icha Ditangani Polres Kupang dan Polres TTU

Kasus kematian dr. Icha sebelumnya di tangani oleh Polres Kupang, karena lokus tempat bunuh dirinya terjadi di RSS Baumata, Kabupaten Kupang yang masuk wilayah hukum Polres Kupang.

Sementara untuk kasus intimidasi yang terjadi oleh almarhumah dr. Icha di RSU Leona, Kefamenanu, mendapat atensi khusus dari Kapolres TTU, Eliana Papote.

Walaupun sebelumnya keluarga almarhumah belum melaporkan, Polres TTU telah melakukan penyelidikan karena kematian dari dr. Icha sempat menjadi viral dan atensi dari semua kalangan baik di tingkat daerah maupun pusat.

Namun, kasus yang terjadi di dua wilayah hukum itu kini telah diambil alih oleh Polda NTT, usai keluarga secara resmi melaporkan tiga oknum DPRD TTU di Mapolda NTT belum lama ini.

3. Kasus ini Menjadi Sorotan IDI

Kasus yang dialami oleh dr. Icha ini mendapat atensi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, yang menegaskan apa yang dilakukan oleh dr. Icha saat melakukan penanganan kepada pasien gigitan ular telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kesempatan.

Pengurus IDI NTT, dr Ronald Louk menjelaskan, apa yang telah dilakukan almarhumah saat penangan kasus gigitan ular telah sesuai SOP kesehatan.

Pasien yang tidak diberikan venon atau serum antibisa benar adanya, karena bisa pada pasien tersebut dinilai tidak harus menggunakan venom. Jika diberikan maka akan berdampak buruk bagi pasien itu sendiri.

Pasien tersebut merupakan kerabat dari Therensius Lazakar, yang diduga telah lakukan intimidasi terhadap kerabatnya yang merupakan pasien gigitan ular.

Selain itu kata dr Ronald Louk, mengutuk keras perbuatan oknun anggota DPRD TTU yang dinilai tidak layak dilakukan.

“Mereka yang seharusnya menjadi contoh namun mereka yang melakukan itu (intimidasi). Oleh karena itu, kami mengutuk keras perbuatan dari para terduga intimidasi,” jelasnya.

4. Menkes dan Mendagri Bentuk Tim Investigasi Kematian dr. Icha

Dari kejadian ini, mendapat atensi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang membentuk tim investigasi untuk melakukan penelusuran dalam kasus dugaan intimidasi yang dialami almarhumah dr. Icha sebelum meninggal.

Dari hasil investigasi tim dari Kemenkes RI, membenarkan adanya dugaan intimidasi yang terjadi kepada dr. Icha.

5. Kuasa Hukum Therensius Lazakar, Norbertus Tubani: Banyak Polemik Peninggalannya dr. Icha

Sementara itu Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani melalui penasehat hukumnya Bildad Thonak bersama tim mengaku banyak polemik yang berbedar dalam kasus kematian almarhumah dr. Icha.

Menurutnya Amos Lafu kasus yang menyeret dua kliennya dalam kematian dr. Icha bukanlah penyebab tunggal.

Ia menjelaskan banyak fakta maupun modus yang beredar di media sosial, tidak hanya ada intimidasi yang menjadi pemicu bunuh dirinya almarhumah dr. Icha. Namun, kini beredar lagi isu adanya masalah kasmaran yang dialami dr. Icha pasca dugaan intimidasi oleh kliennya.

“Ada banyak sekali modus dan fakta yang beredar di dalamnya termasuk klien kami sebagai anggota DPRD ini tidak juga terlepas dari polemik politik, polemik asmara, dan polemik lain yang kami masih himpun data dan alat buktinya,” terang Amos.

Selain itu, Amos juga menegaskan akan ada waktu bagi mereka kuasa hukum, untuk mengungkap fakta dan bukti-bukti yang mereka temukan kepada penyidik.

“Sekali lagi kami tetap menunjukkan rasa hormat dan empati kami yang amat dalam kepada keluarga tapi kami juga ingin tidak ada oknum pejabat publik maupun masyarakat yang berupaya mengambil keuntungan,” tandasnya.

Hingga saat ini, kata dia, banyak dugaan dan motif terselubung pihak tertentu lewat narasi-narasi yang menyudutkan klien mereka untuk keuntungan tertentu.

Untuk diketahui, hingga saat ini kasus dugaan kematian dr. Icha masih dilakukan penyelidikan oleh Polda NTT dengan membentuk tim khusus dalam penanganan kasus tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *