klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Menkopolhukam ajak masyarakat antisipasi tantangan Pemilu 2024

×

Menkopolhukam ajak masyarakat antisipasi tantangan Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[ad_1]

“Pertama, kemungkinan ada perpecahan. Sebab, terkadang kita lupa kalau kita punya budaya bahari yang seharusnya itu bisa mencegah perpecahan,”

Example 300x600

Padang (BERITA CALEG) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof Mahfud Md mengajak masyarakat di Tanah Air untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang bisa saja terjadi saat penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Pertama, kemungkinan ada perpecahan. Sebab, terkadang kita lupa kalau kita punya budaya bahari yang seharusnya itu bisa mencegah perpecahan,” kata Menkopolhukam RI Mahfud Md di Padang, Kamis malam.

Hal tersebut disampaikan Mahfud Md pada dialog kebangsaan bertajuk “Pemilu Demokratis, Mempererat Persatuan Bangsa” di Auditorium Gubernur Sumatra Barat.

Kendati terdapat potensi itu, eks Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menyakini hal itu bisa diantisipasi asalkan masyarakat mengedepankan budaya bahari, dan nilai-nilai luhur yang selama ini dijadikan pedoman hidup.

Tantangan kedua yakni politisasi agama yang dijadikan untuk mendiskriminasi orang atau pihak tertentu untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, jika seseorang berjuang berdasarkan nilai-nilai keagamaan, maka hal tersebut sangat baik.

Ancaman berikutnya, lanjut dia, ialah mengenai ketidakadilan atau kecurangan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan. Pada kesempatan itu, Mahfud mencontohkan ketidakadilan atau indikasi kecurangan di Pemilu 2014 saat Prabowo Subianto berhadapan dengan Joko Widodo.

Saat itu, di Kabupaten Bangkalan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memperoleh suara 100 persen, sementara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin nihil suara.

Sebaliknya, di salah satu kabupaten di Provinsi Papua pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin meraup suara 100 persen, sementara Prabowo-Sandiaga Uno sama sekali tidak mendapatkan suara.

“Curangnya silang. Jadi sekarang itu terjadi kecurangan horizontal, kalau zaman orde baru kecurangannya bertingkat,” ujarnya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © BERITA CALEG 2023

[ad_2]

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *