Kupangonline.com,Maumere – Kondisi fasilitas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere menjadi perhatian dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Saroha Manullang, bersama Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, Senin (24/8).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi gedung dan fasilitas pendukung Kantor Imigrasi Maumere yang terdampak bencana gempa bumi sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan pelayanan keimigrasian tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan pegawai dan masyarakat.
Didampingi Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere beserta jajaran, Saroha dan Andreas meninjau sejumlah bagian kantor, mulai dari ruang kerja, ruang pelayanan, sarana dan prasarana pendukung, hingga tenda pelayanan keimigrasian sementara yang berada di halaman kantor.
Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fasilitas yang terdampak serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan dan perbaikan. Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan juga menjadi perhatian penting mengingat keselamatan pegawai dan masyarakat merupakan prioritas dalam keberlangsungan pelayanan pascabencana.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan agar fasilitas yang berpotensi membahayakan tidak digunakan sebelum mendapatkan pemeriksaan teknis dan dinyatakan aman.
“Keselamatan pegawai dan masyarakat harus menjadi prioritas. Bagian bangunan atau fasilitas yang berpotensi membahayakan tidak boleh digunakan sebelum dilakukan pemeriksaan teknis dan dinyatakan aman,” tegas Saroha.
Di tengah kondisi fasilitas yang terdampak, pelayanan keimigrasian tetap diupayakan berjalan. Kantor Imigrasi Maumere memanfaatkan tenda pelayanan sementara yang didirikan di halaman kantor sebagai alternatif tempat pelayanan bagi masyarakat.
Selain kondisi fisik bangunan, peninjauan juga menjadi kesempatan untuk melihat kesiapsiagaan jajaran dalam melaksanakan tugas. Pelayanan, keamanan dokumen dan arsip keimigrasian, serta keselamatan pengguna layanan menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian selama monitoring berlangsung.
Andreas Hugo Pareira turut memberikan apresiasi kepada jajaran Kantor Imigrasi Maumere yang tetap berupaya menjalankan tugas di tengah keterbatasan akibat kondisi pascabencana. Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR RI memberikan perhatian terhadap kondisi satuan kerja keimigrasian yang terdampak bencana.
“Saya mengapresiasi komitmen dan dedikasi jajaran yang tetap menjalankan tugas dalam kondisi seperti ini. Tetap jaga semangat, kekompakan, dan utamakan keselamatan dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andreas.
Ia juga memberikan penguatan kepada jajaran agar tidak kehilangan fokus dalam menjalankan tugas. Dukungan dan perhatian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pegawai untuk tetap solid serta memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kondisi yang ada.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT mengarahkan jajaran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, serta memastikan keamanan dokumen negara dan sarana pendukung pelayanan. Setiap pelaksanaan tugas juga diminta menyesuaikan kondisi lapangan dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Hasil peninjauan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi untuk memetakan kerusakan serta kebutuhan perbaikan dan rehabilitasi fasilitas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan fasilitas sekaligus memastikan tugas dan fungsi keimigrasian tetap berjalan.
Melalui peninjauan bersama ini, sinergi antara Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, dan Komisi XIII DPR RI diharapkan semakin kuat dalam memberikan dukungan terhadap jajaran keimigrasian yang terdampak bencana. Di tengah keterbatasan fasilitas, keberlangsungan pelayanan tetap menjadi komitmen dengan keselamatan sebagai prioritas utama.( Xx)












