BeritaPolitik

Ini Penjelasan Komisi III DPRD TTS Terkait Video di Sirkuit Mandalika

×

Ini Penjelasan Komisi III DPRD TTS Terkait Video di Sirkuit Mandalika

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Nampak Ketua Komisi III, Marthen Tualaka didampingi Wakil Ketua Sefrits Nau dan Sekretaris Askenas Afi saat memberikan klarifikasi terkait video di Sirkuit Mandalika 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Komisi III DPRD TTS angkat bicara soal beredarnya video saat menonton Superbike di sirkuit Mandalika, Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Respon Komisi III dalam bentuk klarifikasi berlangsung di ruang Komisi,Selasa 15 November 2022 yang dipimpin Ketua Komisi Marthen Tualaka,Wakil Ketua Sefrits Nau, Sekretaris Askenas Afi beserta anggota Laurens Jehau, Viktor Soinbala,Robi Faot, Yupik Boimau dan Sekwan Albert Boimau.

Dalam penjelasannya, Marthen Tualaka mengatakan Komisi III melakukan kunjungan kerja dalam rangka konsultasi tentang pengembangan sumber daya air untuk optimalisasi sektor pertanian pada Dinas PUPR Provinsi NTB. Kunjungan kerja selama 4 hari terhitung 10-13 November 2022 dengan  jadwal berangkat hari
Kamis  dan  pulang hari Minggu.

Menurut ketua DPC Partai Hanura ini, Kunjungan tersebut sudah diagendakan sejak lama. Dikatakan Kabupaten TTS termasuk daerah miskin ektrim dan juga tingginya angka stunting yang mana  ada beberapa indikator dan  salah satunya adalah air bersih.

Lebih lanjut dikatakan dipilihnya Provinsi NTB karena pemanfaatan air di wilayah tersebut sangat bagus dan terbukti  Provinsi NTB menjadi salah satu  lumbung pangan nasional dan setiap tahun surplus beras.

“NTB itu selalu surplus beras 600-700 ton beras dan distribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk NTT. Mereka menata air dengan baik”,ujar Marthen.

Karna itu ada beberapa hal positif yang diperoleh sehingga pihaknya akan mendorong Pemda dalam hal ini Dinas terkait untuk bagaimana strategi menata air di wilayah TTS.

Ket Foto : Nampak suasana klarifikasi di ruang Komisi III DPRD TTS .

“Banyak hal yang bisa diadopsi dari NTB terutama soal pengelolaan air. Kami minta Pemda ke sana untuk melihat lebih dekat lalu  programkan dan terapkan di TTS”,tandas Marthen.

Soal keberadaan rombongan Komisi III di sirkuit Mandalika, Marthen mengatakan mendapat bonus dari keluarga Soinbala sehingga tidak ada masalah.

“video yang beredar dan menjadi perdebatan publik itu tidak perlu  dipersoalan karna memang tidak ada masalah.
Kalau publik menilai bahwa itu  salah,trus salahnya di apa, saya pikir tidak perlu dipersoalkan. Kami sudah laksanakan tugas”,ujarnya.

Dikatakan Marthen, sesuai jadwal rombongan seharusnya kembali pada hari minggu namun pada saat yang sama, salah satu anggota komisi III Viktor Soinbala sedang ada hajatan (ulang tahun pernikahan) sehingga kepulangan mereka diundur ke hari Senin.

Sementara itu,Sekwan Albert Boimau menjelaskan perjalanan dinas Komisi III ke Mataram sudah sesuai prosedur. Kunjungan kerja dalam rangka konsultasi dilakukan selama 4 hari.

Terkait anggaran,mantan camat Mollo Barat ini mengatakan belum ada pencairan.
“Kami hanya fasilitasi tiket,jadi jika ada anggapan bahwa uang digunakan untuk nonton superbike itu tidak benar. Tidak ada uang dari sektretariat, tiket saja kami utang”,ujar Albert.

Ia juga menegaskan surat tugas rombongan ke Dinas  PUPR Provinsi NTB bukan ke Mandalika.

Diberitakan sebelumnya, Wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan kepada wartawan, Senin 14 November 2022 mengatakan, tujuan Komisi III ke NTB sendiri yaitu untuk melakukan konsultasi dengan Dinas PUPR Propinsi NTB. Dirinya menyayangkan beredarnya video para wakil rakyat asyik menonton super bike di sirkuit Mandalika di moment seperti saat ini. Video tersebut menimbulkan polemik dan menuai banyak komentar negatif.
“ waduh, ini momentnya tidak pas. Nanti orang berpikir wakil rakyat ada senang-senang padahal rakyat ada susah. Saya sangat sayangkan beredarnya video tersebut,” ungkap pria yang akrab disapa Egi ini.
Menurut Egi, biasanya tugas konsultasi selama 4 hari. Dimana hari pertama atau H-1 merupakan hari keberangkatan, hari ke dua dan ketiga merupakan hari melaksanakan tugas dan hari ke empat atau H+1 merupakan hari kepulangan.
“Mungkin saja pas hari mau pulang atau H+1 itu dimanfaatkan mereka (komisi 3) untuk menonton super bike karena tugas sudah selesai dilakukan. Cuma momentnya memang tidak pas sehingga orang cenderung pikir negatif. Rakyat lagi susah sementara pejabat jalan jalan,” ujar Politisi PKB ini.(Sys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *