Berita

Melki Laka Lena Jawab Kebutuhan Kube Sehati Soe Via Jalur Aspirasi

0
×

Melki Laka Lena Jawab Kebutuhan Kube Sehati Soe Via Jalur Aspirasi

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Nampak masyarakat sedang bahu membahu membangun jalan rabat si wilayah Kelurahan Soe.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE – Anggota DPR RI asal  Partai Golkar,Melki Laka Lena menjawab kebutuhan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Sehati Soe melalui pembangun jalan rabat sepanjang 100 meter. Pekerjaan jalan di lokasi RT 11/RW 04, Kelurahan Soe, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS dengan sumber anggaran dari Kementerian Nakertrans sebesar 100 juta rupiah melalui jalur aspirasi.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Benyamin David Magang kepada SUARA TTS.COM,Rabu 16 November 2022 mengatakan jalan tersebut selama ini tidak bisa dilalui dan banyak lumpur karna itu pihaknya sangat senang ketika kebutuhan mereka terjawab.

“Jalan ini kalau hujan sulit kita lewat dan air bawa lumpur sampai ke SMA PGRI. Karna itu kami ucapakan trimakasih untuk Pak Melki yang sudah perhatikan masyarakat yang belum tersentuh”, ujarnya.

Menurut pria yang disapa Ba’i ini, masih ada tiga titik jalan yang perlu dibantu karna itu pihaknya akan membuat proposal untuk tahun 2023 nanti. Ia mengatakan dengan terbatasnya APBD II,maka jalan keluarnya adalah melalui jalur aspirasi.

Ket foto: Nampak salah satu rumah bantuan program BSPS.

Selain jalan rabat, pada lokasi yang sama ada bantuan 2 rumah program BSPS lewat aspirasi Melki Laka Lena dan Inche Sayuna. Kedua rumah tersebut sedang dikerjakan dengan progres fisik mencapai 70 persen.

Sementara itu penanggung jawab pekerjaan, Robert Wahangara disela sela memantau pekerjaan mengatakan ada beberapa titik jalan rabat dikerjakan melalui jalur aspirasi Melki Laka dan Ince Sayuna. Keduanya merupakan anggota DPR RI dan DPRD Provinsi NTT sekaligus politisi Partai Golkar.

Adapun pekerjaan kata Robert, mulai perencaan sejak tiga hari lalu dilanjutkan dengan pekerjaan yang ditargetkan selesai tiga hari kedepan.

Dijelaskan, anggaran untuk pekerjaan jalan rabat tersebut sebesar 100 juta. Terkait pekerjaan, Robert mengatakan sesuai perencanaan tebal rabat 20 cm.

Dirinya berharap pekerjaan rabat tetap memperhatikan kualitas agar masyarakat dapat menikmatinya dalam waktu yang jangka panjang.

Adapun pekerja sebanyak 50 orang yang merupakan keterwakilan dari tiap rumah tangga di RT 11.(Sys).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…