Berita

Hanya Masalah Internal Saja Antara Keluarga Penna Dengan Atitus Belum Juga Selesai

0
×

Hanya Masalah Internal Saja Antara Keluarga Penna Dengan Atitus Belum Juga Selesai

Sebarkan artikel ini

 

Kupangonline.com,KUPANG–  Bapa Yunus Penna dalam keterangannya saat ditemui dikediaman rumahnya di RT 13/Rw 003 Kelurahan Kuanino Kecamatan Kota Raja, Rabu siang (6/3/24) Ia mengatakan bahwa kejadian ini mulai dari bulan mei tahun 2023  antara keluarga Penna dan keluarga Atitus sampai saat ini belum juga diselesaikan oleh pihak Lurah, Camat, Kepolisian dan juga pihak pengadilan.

Kejadian ini hanya perselisihan dan kesalahan pahaman saja yaitu, Jhoni Atitus punya kakak Lius Atitus ribut dengan saya punya anak laki-laki punya istri punya adik sekitar jam 11 malam, ribut hanya pertengkaran biasa saja  saya kurang tau waktu  kejadian tanggal berapa yang saya  tau itu ribut di bulan mei 2023.

Yunus, dengan kejadian ini saya juga lapor ke pihak polsek oebobo dan dari keluarga Atitus melaporkan saya duluan  polsek Obobo juga, tapi dari polsek arahan saya ke Polresta untuk buat laporan, setelah kami sudah selesai lapor kami dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk divisum saya bersama dengan saudara Joni Atitus  juga divisum tapi perkara ini berlanjut terus sampai sekarang tidak ada jalan keluar untuk berdamai.

Saat ini masalah masih digantung saja dan belum ada penyelesaiannya antara keluarga Penna dan keluarga Atitus, dari keluarga Atitus minta kepada pihak polisi untuk penjarakan saya dan polisi bilang tidak bisa kita ini sama-sama korban buktinya ada karena saudara dari jhoni atitus juga melakukan sebuah ancaman dengan melempar batu ke Bapak Yunus Penna yang juga salah satu pensiunan TNI,” ujarnya.

Tapi masalah ini saya sudah tidak masalah lagi tapi  tiba-tiba saja Lius Atitus punya adik Joni Atitus yang juga seorang anggota TNI itu, langsung datang ke rumah saya bersama saudaranya mengancam tapi saya tidak tanggapi juga melayani mereka, setelah mereka pulang mereka bawa batu batako tutup pintu pagar kami yang setiap hari kita keluar dari situ dengan batako hingga sekarang kami tidak lewat dengan menggunakan motor atau jalan kaki kita harus cari jalan pintas tapi jauh dari rumah kami,” ungkap Yunus.

Kami dari keluarga Penna  sudah melakukan mediasi dengan Keluarga Atitus, dengan pihak Lurah kuanino juga Camat kota raja dan pihak polisi tapi sama mereka tetap bertahan dengan sikap tidak mau berdamai mereka mau ribut terus, saya sebagai keluarga Penna hanya minta kalau bisa tembok batako itu bisa dibongkar biar kami bisa keluar masuk dari situ saja, saya sudah melaporkan hal ini di POM dan dari POM suruh saya melapor ke Korem untuk bisa menyelesaikan masalah ini san saya berharap pemerintah kelurahan maupun kecamatan bisa membantu kami untuk bersama-sama selesaikan masalah pasti ada jalan keluar apa bila dari pihak pemerintah turun tangan,” jelas Purnawirawan anggota TNI, Yunus Penna.( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…