Berita

Dalam Rangka Memperingati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa NTT Lakukan Skrining TB Door to Door di Desa Oebelo

×

Dalam Rangka Memperingati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa NTT Lakukan Skrining TB Door to Door di Desa Oebelo

Sebarkan artikel ini

Kupangonline.com-Layanan Kesehatan Cuma – Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTT Oebelo, Sabtu 09 Maret 2024 LKC DD Bersama kader dan Relawan menggelar kegiatan Ketuk Pintu dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia tahun 2024.

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). TB lebih sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan bagian tubuh lainnya disebut TB ektra paru.

TOSS TBC merupakan sebuah gerakan atau kampanye untuk Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh TBC di Indonesia.

Kampanye ini menjadi salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati dan

menyembuhkan pasien TBC, serta menghentikan penularan TBC di masyarakat.

TOSS TBC menargetkan 90 persen penurunan insiden TBC dan 95 persen penurunan kematian TBC pada tahun 2030.

Ditahun 2024, LKC Kembali melakukan kegiatan Skrining TB door to door diwilayah program Kawasan sehat yaitu di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah. Kegiatan ini melibatkan Kader Tb Binaan LKC sebanyak 3 orang,,Relawan sebanyak 8 orang dan juga Tim dari LKC sendiri sebanyak 8 orang. Sebelum kegiatan dilaksanakan,sudah dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Juga pihak Puskesmas Tarus dalam hal ini PJ.TB

adapun wilayah sasaran kegiatan ini yaitu beberapa RT diwilayah Dusun 2 dan 3. Kegiatan dimulai pukul 10.00 sampai dengan 16.30. Selain Skrining juga dilakukan Edukasi terkait TB dan penempelan Stiker TB di rumah yang sudah dilakukan Skrining TB.

Dari kegiatan ini 240 Jiwa mendapatkan edukasi dan skrining,5 jiwa mendapatkan rujukan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan yang akan didampingi oleh kader. Harapannya dengan adanya kegiatan ini,masyarakat lebih peka jika menemukan gejala – gejala TB entah pada diri sendiri atapun orang sekitar agar bisa segera melakukan pemeriksaan,sehingga jika terdiagnosa TB bisa mendapatkan pengobatan rutin sampai sembuh.

Mama Ruth Kiki (Salah satu kader yang terlibat) sangat antusias dan berterima kasih karena LKC sudah dari tahun 2022 melakukan kegiatan skrining dan pendampingan serta pemberian paket nutrisi kepada pasien TB didesa Oebelo. Beliau berharap semoga Oebelo bisa terbebas dari TB.

Emelinda Kiuk/36 tahun(PM skrining sekaligus eks Pasien TB)juga sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan seperti ini semoga dan semakin banyak orang terpapar edukasi dan tidak takut untuk melakukan pemeriksaan karena TBC bisa sembuh jika berobat rutin dan disiplin minum obat.

#SehatMilikSemua

#LKCDompetDHuafa

#DompetDhuafa

#KawasanSehatOebelo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…