Berita

Gandeng Dinas Peternakan, Pemdes Kaeneno Gelar Pelatihan Pakan Ternak 

0
×

Gandeng Dinas Peternakan, Pemdes Kaeneno Gelar Pelatihan Pakan Ternak 

Sebarkan artikel ini

Ket Foto.Nampak Kepala Desa Kaeneno sedang melihat dari dekat pelatihan pakan ternak 

Laporan Reporter SUARA TTS. COM

SUARA TTS.COM | SOE – Guna mendukung masyarakat yang sebagian besar hidup dari bertani dan beternak, Kepala Desa Kaeneno, Kecamatan Faumolo,TTS mengalokasikan sejumlah dana untuk menggelar pelatihan pakan ternak bagi anggota kelompok tani ternak di desa setempat.

Anggaran tersebut dialokasikan melalui dana desa tahun 2022. Pelatihan dilakukan Kamis 7 Juli 2022 bertempat di Kantor desa setempat. Pelatihan ini bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten TTS.

Adapun pelatihan pakan ternak merupakan inisiatif kepala desa karna masyarakat kekurangan pakan ternak baik untuk sapi maupun babi.

” Kita melakukan pelatihan sehingga masyarakat bisa tau cara membuat pakan ternak babi dan sapi dari bahan bahan lokal di desa seperti batang pisang, kingres ,gala gala, lamtoro ,daun pisang”,ujar Kades Kaeneno Gusty Fallo Kepada SUARA TTS.COM.

Dikatakan,selaku kades dirinya mengucapkan terima kasih untuk Kadis peternakan yang mana sudah merekomendasikan staf dari dinas salah seorang Kabid, Roxly Manuhutu,S.Pi dan
Juz J. Nunuhitu,S.TP untuk memberikan pelatihan cara membuat pakan ternak bagi masyarakat Desa Kaeneno.

Ket Foto. Hasil pelatihan pembuatan pakan ternak.

Dirinya berharap agar terus bekerja sama dengan Dinas Peternakan untuk kegiatan peternakan yang ada di desa Kaeneno.

Sementara itu Ketua kelompok peternakan,Yunus Nabunome mengaku senang karna dengan pelatihan tersebut sangat membantu masyarakat untuk bisa mengolah bahan bahan lokal di desa untuk dijadikan makanan ternak.

Dengan demikian bisa menghemat dan tidak tergantung pada makanan toko. Selain itu juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dari hasil beternak.

“Kami sangat senang dengan pelatihan ini karna bisa tau cara mengolah bahan bahan yang ada untuk jadi pakan ternak”, ujarnya

Dirinya juga berterima kasih kepada Kepala Desa Kaeneno yang bisa memperhatikan masyarakat melalui alokasi dana desa guna melakukan kgitan pelatihan pakan ternak.(Tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…