Berita

Dinas Perikanan Mulai Lakukan Penebaran Benih Ikan Lele Bagi 29 Kelompok di TTS

×

Dinas Perikanan Mulai Lakukan Penebaran Benih Ikan Lele Bagi 29 Kelompok di TTS

Sebarkan artikel ini

Ket foto : Nampak Kasubag Tata Usaha, Progam dan Pelaporan Dinas Perikanan TTS saat melakukan penebaran benih ikan lele untuk Kelompok Budidaya Ikan, Cendana Wangi.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu.

SUARA TTS.COM | SOE – Dinas Perikanan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai melakukan penebaran bibit ikan lele di 29 kelompok budidaya ikan yang tersebar di wilayah TTS. Bantuan tersebut merupakan hasil pokir DPRD yang dieksekusi oleh Dinas Perikanan.

Penebaran benih ikan lele dimulai Rabu,7 Desember 2022 yang dilakukan langsung oleh Kasubag Tata Usaha, Progam dan Pelaporan Dinas Perikanan, Simson Talelu.

Kepada SUARA TTS.COM sekitar pukul 21.00 WITA, Simson mengatakan penebaran benih ikan lele mulai dilakukan hari Rabu (7/12022) dengan menyasar 4 pada hari pertama dari total 29 Kelompok Budidaya Ikan Lele yang tersebar di TTS.

“Kita sudah mulai penebaran ikan lele. Hari ini  baru 4 kelompok yaitu Tunas muda dan Logos di Kelurahan Oekefan dan Cendana wangi di Karang Siri. Nanti besok lanjut lagi sampai selesai”, ujarnya.

Ia menjelaskan dari empat kelompok yang sudah dilakukan penebaran benih, tercatat sudah 10.700 benih terdistribusi dari target 92.500 benih untuk 29 kelompok pembudidaya ikan lele. Ket foto : Nampak Kasubag tata kelola, program dan pelaporan, Dinas Perikanan,Simson Talelu (atas) dan benih ikan lele (bawah).

Simson menyampaikan bantuan tersebut merupakan bagian dari penguatan dan pendampingan terhadap kelompok budidaya ikan. Melalui budidaya ikan air tawar, diharapkan bisa meningkatkan ketahanan gizi masyarakat guna percepatan penurunan stunting. Selain itu, pengembangan budidaya ikan diharapkan bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Muni Liem,Ketua kelompok Cendana Wangi pada kesempatan tersebut mengungkapkan terima kasih kepada dinas perikanan yang sudah melakukan penebaran benih ikan lele. Selain itu juga ada bantuan Bioflok dan pakan.

Bantuan bibit ikan lele tersebut akan dipelihara oleh anggota kelompok hingga panen nantinya.

“Trimakasih untuk anggota DPRD dan Dinas Perikanan yang sudah menjawab aspirasi kami kelompok pembudidaya ikan “, ujarnya.(Sys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…