klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Akademisi Unsrat: Tahapan pemilu paling rawan adalah masa kampanye

×

Akademisi Unsrat: Tahapan pemilu paling rawan adalah masa kampanye

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[ad_1]


Manado (BERITA CALEG) – Akademisi Fisip Universitas Sam Ratulangi Manado, Ferry Daud Liando, mengatakan dari semua tahapan yang telah disusun Komisi Pemilihan Umum, tahapan kampanye yang paling rawan.

“Pertama, karena waktu kampanye itu sudah berkurang jauh dari dulu. Di 2019 itu hampir hampir enam atau tujuh bulan, tapi sekarang 75 hari. Tentu 75 hari itu waktu yang singkat bagi 18 peserta pemilu,” kata Liando di Manado, Jumat.

Example 300x600

Kemungkinan, kata dia, 75 hari ini akan banyak cara yang bisa dilakukan supaya partai atau calon bisa terinformasi, bisa tersosialisasi di masyarakat.

Kedua, kerawanan pada tahapan kampanye adalah lokus untuk penempatan alat-alat peraga kampanye yang ditentukan oleh KPU tidak banyak.

Baca juga: Anies komitmen hadirkan keadilan dan kesetaraan untuk semua golongan 

Baca juga: Anies sebut Cak Imin sangat berpengalaman untuk hadapi debat

“Maksudnya cukup, tetapi partai politik terlalu banyak, peserta pemilu terlalu banyak, sehingga bisa terjadi proses konflik, terjadi sengketa antarpartai politik dalam rangka untuk saling berebutan lokasi menempatkan alat peraga kampanye,” ujarnya.

Kerawanan ketiga pada tahapan ini, kata dia, adalah kampanye itu sudah mulai pada proses interaksi, interaksi antara masyarakat pemilih, dengan dengan calon atau dengan peserta pemilu.

“Nah kalau sudah menyebabkan interaksi bukan tidak mungkin saling mempengaruhi menggunakan banyak cara supaya calon atau partai politik itu bisa terkonfirmasi atau informasi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada tahapan ini, kata dia, potensi konflik cukup tinggi karena masyarakat juga bisa dihasut, bisa dipropaganda atau mendapatkan informasi-informasi yang tidak wajar.

“Masyarakat juga kadang-kadang bisa terpengaruh kalau misalnya tidak diedukasi dengan baik. Karena itu tahapan ini memang harus disiapkan dengan baik. Tahapan kampanye ini juga rawan terjadi misalnya soal politik uang, itu cenderung akan semakin kuat,” kata Liando.*

Baca juga: Senior Muda GMKI dan Pemuda Kristen deklarasi dukung Ganjar-Mahfud

Baca juga: Soal utang budi, Gerindra: 2.300 kader bantu Anies menang Pilkada DKI

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © BERITA CALEG 2023

[ad_2]

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *