Berita

Wabup Army Buka Perlombaan Tarian Daerah dan Tarian Kreasi

×

Wabup Army Buka Perlombaan Tarian Daerah dan Tarian Kreasi

Sebarkan artikel ini

Ket foto: Kelompok sanggar tari dari SMPK Sint Vianney Soe sedang tampil

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota

SUARA TTS. COM | SOE – Wakil Bupati (Wabup) TTS, Jhony Army Konay, Kamis 24 November 2022 membuka kegiatan perlombaan tarian daerah dan tarian kreasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di aula inspektorat. Sebanyak 20 kelompok sanggar tari ikut meramaikan perlombaan tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup Army memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan yang telah mendukung pelaksanaan perlombaan tersebut dengan mengalokasi anggaran lewat Pokir.
“ Terima Kasih kepada pak wakil ketua DPRD TTS yang lewat pokirnya telah mengalokasi anggaran untuk pelaksanaan perlombaan ini,” ungkap Wabup Army.
Melalui perlombaan tersebut lanjut Wabup Army, anak-anak diperkenalkan dengan aneka tarian tradisional maupun tarian kreasi. Nilai-Nilai budaya yang terkandung pada setiap gerakan tarian tradisional bisa diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi saat ini.
“ Perlombaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan dan mewariskan kekayaan budaya kita. Selain itu, nilai-nilai budaya yang ada pada setiap gerakan tradisional bisa kita warisan kepada generasi saat ini,” ujar politisi Nasdem ini.

Ket foto : Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan sedang memberikan sambutan dalam perlombaan tarian daerah dan tarian kreasi di aula inspektorat Kabupaten TTS.

Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan mengatakan, pelaksanaan perlombaan tarian daerah dan tarian kreasi merupakan wadah bagi anak-anak pencinta seni, khususnya tarian untuk mengembangkan bakat dan menjadi panggung untuk menunjukan kemampuan seni tari.
Selain itu, melalui perlombaan tersebut, kekayaan budaya (tarian) bisa dilestarikan dan diwariskan kepada generasi saat ini.
“ perlombaan ini sangat penting dalam upaya melestarikan kekayaan budaya kita. Selain itu, perlombaan ini menjadi media berekspresi anak-anak pencinta seni tari,” jelasnya.
Okran Betty, Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan tak kurang dari 20 sanggar tari ikut meramaikan perlombaan tersebut. Selain diikuti sanggar tari dari sekolah-sekolah, perlombaan tersebut juga diikuti sanggar tari dari masyarakat umum.
“ Ada 20 kelompok sanggar tari yang ikut dalam perlombaan ini. Mayoritas peserta merupakan kelompok sanggar tari dari sekolah yang ada di wilayah kecamatan Kota Soe,” paparnya. (DK)

Editor : Erik Sanu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…