BeritaHukrim

Tragis, Sepasang Kekasih Tewas Dihantam Dump Truk

×

Tragis, Sepasang Kekasih Tewas Dihantam Dump Truk

Sebarkan artikel ini

 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Willybrodus Fallo (35) dan Winfrida Feka (28) tewas di tempat dalam kecelakaan di Oehani, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin Kabupaten TTS Senin (18/7/2022)
Kedua korban tersebut berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Benyamin Natonis kepada wartawan mengatakan kasus Laka Lantas tersebut sesuai laporan dengan Nomor. Pol. : LP / A / 224 / VII / 2022 / SPKT.SATLANTAS / POLRES TTS / POLDA NTT, tanggal 18 Juli 2022, sekitar pukul 23.00 WITA.

Adapun kronologis kejadian yakni pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 15.30 WITA tepatnya di Oehani, Desa Tuafanu, mobil dump truk nomor polisi DH 8737 C yang dikemudikan oleh Deblas Bana (40) melaju dari arah Oehani menuju Tuafanu menabrak sepeda motor Yamaha Matic BY8 A/T DH 3377 DL yang dikendarai oleh Willybrodus Fallo berboncengan dengan Wenifrida Feka datang dari arah Tuafanu menuju arah Oehani.

Pengemudi mobil dum truk Deblas Bana saat itu dalam kondisi mabuk setelah mengkonsumsi minuman keras sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya sehingga keluar ke jalur sebelah kanan.

Akibat keluar badan jalan kata Benyamin,dump truk tersebut menabrak sepeda motor Yamaha Matic yang dikendarai oleh Willybrodus Fallo yang membonceng Wenifrida Feka dari arah berlawanan.

“Sepeda motor datang dari arah berlawanan yakni dari arah Tuafanu menuju arah Oehani. Karena dump truck dengan kecepatan tinggi dan tidak dikendalikan keluar badan jalan sehingga terjadi tabrakan,”Ucapnya.

Akibatnya Willybrodus Fallo bersama Wenifrida Feka kehilangan nyawa ditempat kejadian perkara usai ditabrak mobil dump truck.

“Pengemudi mobil dump truck dalam kondisi mabuk karena mengkonsumsi minuman keras dan tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya sehingga keluar ke jalur kanan dan menabrak sepeda motor tersebut,”Ucapnya.

Korban Willybrodus Fallo (35), seorang guru PNS, adalah warga Nanum RT 012 / RW 006, Desa Fatumnutu, Kecamatan Polen, Kabupaten TTS (Pengendara sepeda motor Yamaha Matic BY8 A/T DH 3377 DL )

Sementara Wenifrida Feka yang juga korban kecelakaan tersebut merupakan, merupakan warga Jln. Amanuban RT 014 / RW 003, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…