klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Terkait BLT Yang Terpotong , Kades Oof Minta Maaf dan Perintahkan Untuk Kembalikan

×

Terkait BLT Yang Terpotong , Kades Oof Minta Maaf dan Perintahkan Untuk Kembalikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ket foto: Kades Oof, Yeremias Betty

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – Kepala Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Yeremias Niko Bety meminta maaf atas adanya pemotongan BLT di Desa Oof. Dirinya telah memerintahkan untuk mengembalikan uang BLT yang terpotong tersebut.

“ Saya sudah perintahkan perangkat desa agar mengembalikan uang BLT yang terpotong itu,” ungkap Bety, Sabtu 10 September 2022, malam.

Ditanya terkait pemanfaatan uang BLT yang dipotong, Betty mengatakan, uang tersebut oleh perangkat desa dimanfaatkan untuk perayaan HUT RI tingkat Kecamatan Kuatnana. Dimana Desa Oof menjadi tuan rumah perayaan.

“ Uangnya digunakan untuk perayaan HUT RI tingkat Kecamatan Kuatnana karena kita tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut. Tapi saya pastikan uang yang dipotong akan dikembalikan,” ujar Betty.

Diberitakan sebelumnya, Bendahara Desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, Jekson Faot disebut “menyunat” uang bantuan langsung tunai (BLT) 140 warga Desa Oof. Tak tanggung-tanggung, per penerima manfaat, Jekson menyunat 50 ribu hingga 100 ribu setiap kali pencairan BLT.

Salah satu penerima BLT berinisial FM mengaku, setiap kali pencairan dana desa, haknya selalu disunat oleh bendahara desa,Jekson Faot. Per triwulan seharusnya ia menerima BLT sebesar 900 ribu sesuai kuitansi pembayaran, namun saat dilakukan pembayaran oleh Jekson ia tak pernah haknya secara utuh.

“ Tahap pertama saya terima Rp. 850. 000. Tahap kedua dan ketiga ini hanya Rp. 800.000. Padahal di kuitansi yang bendahara kasih tertulis 900 ribu,” urainya saat ditemui Sabtu 10 September 2022.

Senada dengan FM, YF juga mengutarakan hal senada. Hak BLT nya selalu disunat setiap kali dilakukan pembayaran.

“ tahap pertama Bendara hanya bayar 850 ribu. Tahap dua dan tiga turun lagi jadi hanya 800 ribu. Padahal di kuitansi tulis jelas-jelas 900 ribu,” ujarnya dengan nada jengkel. (DK)

Editor : Erik Sanu 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *