Berita

Surat cinta untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai. Oleh Andi Alatas

×

Surat cinta untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai. Oleh Andi Alatas

Sebarkan artikel ini

 

Kupangonline.com kupang-Salam sejahtera bagi seluruh jajaran Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Manggarai.

Saya, sebagai warga negara yang prihatin akan tatanan demokrasi kita, merasa perlu menyampaikan beberapa catatan yang mungkin tidak terdengar seperti melodi indah, namun semoga bisa menjadi sentilan ringan yang membawa kesadaran.

Sebagai pribadi yang memandang BPN sebagai lembaga yang netral dan bertanggung jawab atas urusan tanah, saya merasa agak tercengang dan di saat yang sama terhibur ketika mendengar kabar bahwa beberapa oknum dari lembaga yang mulia ini ternyata memiliki bakat seni yang luar biasa dalam pertunjukan politik praktis.

Siapa sangka, saudara-saudara dari BPN juga bisa menjadi bintang dalam panggung politik lokal!

Namun, sedikit menggelayuti hati saya, ketika mendengar bahwa,Di duga saudara J, caleg dari PSI DAPIL 4 Propinsi NTT, menjadi bintang tamu dalam pertunjukan ini, yang katanya diselenggarakan dalam rangka “pembagian sertifikat tanah.” Sungguh, saya terharu melihat bagaimana semangat untuk memperjuangkan kursi parlemen ternyata mampu membuka pintu-pintu yang terkadang terlihat tersegel rapat.

Meskipun demikian, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak merenungkan dampak dari pertunjukan ini terhadap demokrasi yang kita junjung tinggi.

Demokrasi, sebuah panggung yang seharusnya diisi dengan wajah-wajah yang bermartabat dan program-program yang bermakna, kini terlihat seperti menjadi panggung sandiwara di mana siapa pun bisa menjadi aktor utamanya. Ini seperti melihat pertunjukan ludruk di tengah-tengah hiruk-pikuk kampanye.

Sebagai pribadi yang cinta akan negri ini, saya merasa prihatin melihat citra ASN, termasuk BPN, turut tercoreng oleh caci maki politik praktis yang semakin menjamur.

Kita tentu tidak ingin melihat lembaga yang seharusnya menjadi penjaga keadilan tanah ini terjerumus dalam pusaran politik yang tidak seharusnya menjadi panggung bagi mereka.

Kesimpulannya, saya hanya ingin mengajak kita semua untuk merenung.Dan Merenung tentang apa arti sebenarnya dari keadilan, integritas, dan tanggung jawab.

Merenung tentang bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dan terutama, merenung tentang bagaimana kita bisa kembali memperbaiki panggung demokrasi yang mulai retak ini.

Akhir kata saya hanya ingin mengajak badan Pertanahan Nasional Kabupaten manggarai untuk melakukan introspeksi mendalam dan mengambil langkah langkah yang tegas untuk memastikan netralitas, integritas dan profesionalisme lembaga ini agar tetap terjaga. Hal ini demi menjaga kepercayaan masyarakat dan memperbaiki citra ASN dimata publik.

Demikianlah Surat Cinta yang dapat saya sampaikan. Saya berharap agar surat tanda cinta ini dapat diterima dengan baik dan menjadi bahan refleksi bagi semua Pihak terkait.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…