BeritaPemerintahan

Selain Tak Miliki Ijin Trayek, Banyak Angkutan Di TTS Jadi Penyebab Kemacetan.

×

Selain Tak Miliki Ijin Trayek, Banyak Angkutan Di TTS Jadi Penyebab Kemacetan.

Sebarkan artikel ini

Ket Foto. Nampak Suasana di Terminal Lama,Kota Soe.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 
SUARA TTS.COM |SOE- Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambangi Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, bidang terminal pada selasa 28 juni 2022.

Hal ini  bertujuan untuk   melakukan  pengawasan, penertiban dan pembinaan kepada kendaraan yang mengangkut penumpang, barang maupun jenis kendaraan yang berhubungan dengan KIR.

Pengawas angkutan dan terminal untuk wilayah TTS, TTU, Belu dan Malaka,  Yulianus Nani, saat ditemui media ini diseputaran lokasi terminal lama, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut hanya untuk penertiban dan pembinaan kepada pengendara roda empat yang berhubungan dengan KIR di wilayah TTS.

Menurutnya,banyak kendaraan yang tidak memiliki ijin trayek namun tetap beroperasi dengan mengakut penumpang sehingga kunjungan kerja tersebut untuk menertibkan kendaraan yang tidak memiliki ijin resmi.

“Selain tugas utama diatas kami juga ingin bekerja sama dengan beberapa pihak  seperti  Sat Lantas Polres TTS, LLAJR, Organda untuk membangun sistim kerja sama yang baik. “ujar Nani.

Ket Foto. Kabid Terminal,Dinas Perhubungan TTS, Daniel Liu bersama Pengawas angkutan dan terminal untuk wilayah TTS, TTU, Belu dan Malaka,  Yulianus Nani.

Sementara Kepala Bidang terminal Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, Danial Liu,ST kepada wartawan mengatakan dirinya sangat berterima kasih dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada tim dari Dinas Perhubungan Provinsi karna telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke TTS sehingga kejanggalan yang selama ini terjadi di TTS dapat diperbaiki di hari esok dan seterusnya.

Lebih lanjut Danilo menjelaskan selama ini banyak angkutan pedesaan yang tidak memiliki ijin resmi namun beroperasi setiap saat. Selain beroperasi, Mobil pick up banyak yang parkir secara liar di pinggir jalan umum dan menjadi sumber kemacetan terutama jalur umum itu jalan penghubung atar kabupaten sehingga memang perlu ada penertiban.

“Ada beberapa titik kemacetan akibat kendaraan yang tidak punya ijin trayek tapi beroperasi dan parkir liar,kita harus tertibkan”,Ujar pria yang biasa disapa Danilo ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…