BeritaHukrim

Sekdes Bijeli Benarkan “Cinta Terlarang” Dengan Istri Orang

×

Sekdes Bijeli Benarkan “Cinta Terlarang” Dengan Istri Orang

Sebarkan artikel ini

Ket. Foto:Foto ilustrasi perselingkuhan

Laporan Reporter SUARA TTS.Com, Dion Kota.

SUARA TTS. COM | SOE – Sekertaris Desa Bijeli, Kecamatan Polen, YK tak menampik hubungan ” cinta terlarang” dirinya dan wanita berinisial FL (33) hingga FL kini hamil delapan bulan. Untuk diketahui FB merupakan istri dari Yopsi Tameon (35). Sementara YK sendiri juga diketahui sudah memiliki istri sah.

Kepada SUARA TTS. COM, Selasa 17 Mei 2022, YK membenarkan sempat memadu “cinta terlarang” dengan FL pada tahun 2021 lalu. Keduanya disebut sempat melakukan “hubungan badan” kurang lebih empat kali hingga membuat FL hamil.

” Iya kaka, saya dengan dia (FL) memang tahun 2021 empat kali melakukan hubungan badan. Kami buat di hutan,” ungkap YK lewat sambungan telepon.

Pasca hubungan “cinta terlarang” tersebut terungkap dikatakan YK, melalui tokoh masyarakat setempat sudah dilakukan mediasi dengan keluarga FL dan suaminya Yopsi Tameon guna menyelesaikan masalah tersebut lewat jalur damai. Namun hingga kini, belum ada kata sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai.

” Sudah ada dua kali mediasi untuk damai, tapi dari pihak suaminya tidak mau damai. Saya siap denda adat dan denda tutup malu, tapi pihak keluarga dari suaminya tidak mau,” ujarnya.

Dikutip dari soepost.com, Yopsi Tameon menceritakan kisah yang dialaminya. Ia mengetahui kejadian perselingkuhan tersebut pada tanggal 1 Mei 2022 melalui BN salah satu oknum perangkat desa. BN melaporkan kasus dugaan perselingkuhan tersebut melalui sambungan telepon.

“pada tanggal 1 mei 2022 sekitar jam 08.00 Wita saya di telepon BN perangkat desa Bijeli dan bertanya, apakah saya suami sah dari FL? Saya jawab iya, saya suami sah FL. Kemudian saya tanya, ada apa dengan istri saya, BN mengatakan, kalau istri saya dalam kondisi hamil 8 bulan. Saya sempat tidak percaya dan saya hanya menjawab jika benar dalam waktu dekat saya pasti pulang kampung”, katanya.

Setelah menerima telepon dari BN, Yopsi langsung menelpon FL dan menanyakan hal tersebut. Kepada Yopsi, FL mengaku, jika dirinya sedang hamil. Mendengar hal itu, dirinya langsung meminta ijin kepada pihak perusahan untuk pulang kampung Soe. Pasalnya, Yopsi diketahui dua tahun terakhir merantau ke luar daerah.

“Tanggal 06 Mei 2022 saya tiba di Takari kemudian tanggal 10 Mei baru saya bersama keluarga pergi ke Bijeli untuk mempertanyakan hal ini. Tiba di sana, pihak keluarga FL sudah menunggu kami guna membicarakan hal ini dan disaat itu keluarga dari FL juga mengakui jika FL telah dalam kondisi hamil dan yang menghamili dia adalah Sekretaris Desa Bijeli” urainya.

Masalah tersebut oleh Yopsi akan dilaporkan kepada Bupati TTS guna pelaku diberikan sanksi tegas. Selain itu, dirinya berencana membawa masalah tersebut ke ranah hukum. (DK)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…