Berita

Sekda TTS Minta Inspektorat Audit Susten Sesfao.

×

Sekda TTS Minta Inspektorat Audit Susten Sesfao.

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Sekda TTS, Seperius Edison Sipa 

Laporan Reporter SUARA TTS COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Inspektorat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diminta segera memeriksa dan melakukan Audit Investigasi terhadap Susten Sesfao,mantan Camat Kuanfatu untuk proses hukum lebih lanjut.

Hal ini diungkapkan Sekertaris Daerah TTS,  Seperius Edison Sipa saat ditemui wartawan diruang kerjanya Jumat (25/11/2022). Mantan Kepala Dinas P dan K ini dengan tegas minta Susten segera diperiksa dan diaudit.

Pasalnya menurut Sekda Sipa, berdasarkan informasi di media, Susten Sesfao  menyalahgunakan dana  Operasional Kecamatan Kuanfatu Tahun Anggaran 2021 / 2022 sebesar Rp.228 Juta.

“secara hirarki, kami sebagai pemimpin ASN tegas meminta Inspektorat untuk segera memeriksa dan melakukan Audit Investigasi khusus kepada yang bersangkutan.” Jelasnya.

Lebih lanjut Sekda Sipa menegaskan, meskipun yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya sebagai camat dan kini hanya staf biasa, tetapi dalam hal pengelolaan keuangan negara, dia harus bertanggung jawab mengembalikan.

Secara internal di tubuh Pemerintah Daerah, ASN memiliki wadah Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) yang kemudian akan dilakukan Sidang Majelis TPTGR jauh sebelumnya akan dilakukan audit oleh Inspektorat. ” Jika nanti  terbukti, kami gelar sidang TPTGR untuk memberikan rekomendasi ke Aparat Hukum ( APH) untuk ditindaklanjuti.” Tegas Sekda Sipa.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Sipa juga  menyampaikan terimakasih kepada media dalam melakukan pengawasan yang mana bisa  mengungkap berbagai praktek asusila yang melibatkan para ASN di Wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“sebagai pimpinan dan pembina ASN, kami akan tindak sehingga ada  efek jera dan terbukti telah dilakukan pembinaan sehingga bisa jadi contoh bagi ASN lain”,Tutup Sekda Sipa. (**)

“sebagai pimpinan dan pembina ASN, kami akan tindak sehingga ada efek jera dan terbukti telah dilakukan pembinaan sehingga bisa jadi contoh bagi ASN lain”,Tutup Sekda Sipa. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…