Berita

Rayakan Hari Komunikasi Sedunia, KUB Theresia Avilla Kunjungi Umat Kapela Freinademetez.

2
×

Rayakan Hari Komunikasi Sedunia, KUB Theresia Avilla Kunjungi Umat Kapela Freinademetez.

Sebarkan artikel ini

Ket. Foto ; Suara perayaan Ekaristi di Kapela St. Yosef Freinademetez Haumenbaki, Minggu 29 Mei 2022.

Laporan Reporter Suara TTS. COM, Dion Kota

SUARA TTS. COM | SOE – Umat KUB Theresia Avilla mengunjungi umat Kapela St. Yosef Freinademetez Haumenbaki, Minggu 29 Mei 2022, tepat di hari raya komunikasi sedunia. Selain untuk menjalin tali persaudaraan, dalam kunjungan tersebut, Umat KUB Theresia Avilla juga memeriahkan perayaan ekaristi dengan lantunan lagu puji-pujian.

Perayaan ekaristi sendiri dipimpin oleh Romo Johannes Antonius, S. Fil. Usai perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan acara ramah tamah untuk lebih saling mengenal dan mengakrabkan di antara kedua umat tersebut.

Romo Johannes dalam Khotbahnya mengatakan, kunjungan umat KUB Theresia Avilla merupakan bagian dari komunikasi dengan sesama, khususnya dengan umat Kapela St. Yosef Freinademetz Haumenbaki. Kunjungan tersebut merupakan momentum untuk saling berkomunikasi dan saling mempererat tali persaudaraan serta persatuan di dalam Gereja Katolik.

“ Apa yang dilakukan umat KUB Theresia Avilla merupakan wujud nyata dalam komunikasi dengan sesama. Moment ini menjadi ruang untuk saling menjalin persaudaraan sebagai umat Tuhan,” ungkap Romo Johannes.

Perayaan hari komunikasi sedunia oleh Gereja Katolik tahun ini mengambil tema menjadi pribadi yang lebih mendengar. Tema ini mengajak seluruh umat Katolik untuk lebih sering mendengar satu sama lain dalam membangun komunikasi dengan sesama dan relasi dengan Tuhan.

Dalam konteks relasi dengan Tuhan, umat diajak untuk lebih sering membaca dan mendengarkan firman Tuhan yang tertuang di dalam Alkitab. “ Hanya dengan membaca atau mendengar firman Tuhan, kita bisa mendengar suara Tuhan. Oleh sebab itu, di moment perayaan hari komunikasi sedunia ini, kita ajak untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan,” ujarnya.

Dalam konteks dengan sesama lanjut Romo Johannes, membangun komunikasi harus dilandasi dengan sikap rendah hati. Dengan kerendahan hati, kita bisa menjadi pribadi yang lebih saling mendengar satu sama lain.

“ kalau tidak ada kerendahan hati, kita hanya mau didengar tidak mau mendengar. Tapi jika ada kerendahan hati, kita bisa menjadi pribadi yang lebih mendengar satu sama lain,” terangnya. (DK)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *