BeritaHukrim

Dugaan Korupsi Dana Tukin di Kantor Agama TTS, Penyidik Periksa Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI 

×

Dugaan Korupsi Dana Tukin di Kantor Agama TTS, Penyidik Periksa Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI 

Sebarkan artikel ini

Ket Foto. Nampak suasana pemeriksaan terhadap Rowles Hasugian di Jakarta 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE – Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres TTS, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan SH melakukan pemeriksaan terhadap Rowles Hasugian selaku Perencana Ahli Madya pada Ditjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI di kantor Kemenag Jakarta Rabu, tgl 3 Agustus 2022, sekitar Pukul 10.00 WIB.

Hal ini dilakukan dalam rangka kelanjutan penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi “pembayaran uang tukin PNS Kementrian Agama RI pada kantor Agama Kabupaten TTS.

Dari hasil pemeriksaan sementara di Kemenag Jakarta, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Rowles Hasugian bahwa saat ini pihaknya telah bersurat ke Deputi PIP Bidang Polhukam BPKP RI, utk melakukan Review terhadap “Tunggakan Selisih Tukin Guru Bimas Kristen” yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten TTS dengan total tunggakan sebesar Rp. 175.091.627.000.

Diharapkan setelah dilakukan Review oleh pihak BPKP RI, pihaknya bisa membayarkan ke para guru setelah kemudian berkoordinasi dgn Kemenkeu dalam penyediaan anggarannya.

Rowles Hasugian juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum dibayarkannya selisih Tukin guru Bimas Kristen tersebut lebih karna belum tersedianya anggaran.

Oleh karenanya saat ini untuk menyelesaikan hal tersebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPKP RI untuk menghitung selisih tunggakan pembayaran yang dimaksud.

Di sisi lain, fenomena ini msh menurut keterangan Pria yg banyak menghabiskan masa sekokahnya di Pekanbaru ini, telah banyak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan mengambil keuntungan dari guru guru dengan dalih mampu mengurus pencairan Tukin sehingga para guru menjadi Korban dan harus mengeluarkan biaya.

Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan S.H. menuturkan bahwa pada saat pemeriksaan tersebut, juga turut hadir mendampingi pihak Inspektorat Kementrian Agama RI, sehingga pelaksanaannya relatif lancar.

Sebagai langkah tindak lanjut, penyidik akan melakukan analisa terhadap seluruh keterangan dan juga data dukungnya ketika sekembalinya ke Polres TTS.

Penyidik selanjutnya mengambih langkah langkah penyelidikan lebih lanjut untuk memperjelas duduk persoalan pembayaran Tukin Pegawai PNS Kementrian Agama RI, Kantor Kabupaten TTS.

Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang telah diterima oleh Penyidik beberapa lalu.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…