Berita

Musa Benu Pimpin IKABenu, Rangkul Seluruh Turunan Benu

×

Musa Benu Pimpin IKABenu, Rangkul Seluruh Turunan Benu

Sebarkan artikel ini

Ket. Foto: Nampak Bupati Tahun sedang melakukan pengukuhan kepada Musa Benu sebagai Ketua IKABenu.

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

SUARA TTS. COM | SOE – Musa Benu terpilih sebagai ketua Ikatan Keluarga Benu (IKABenu) dalam musyawarah bersama yang berlangsung di Desa Boti, Kecamatan Kie, 7 Agustus 2022 lalu. Dalam musyawarah tersebut juga disepakati Bernard Benu dan Joli Putra Benu sebagai Wakil Ketua, Soni Benu sebagai Sekertaris dan Melkisedek Benu sebagai Bendahara.

Pasca terpilih, Bupati TTS, Egusem Tahun juga telah melakukan pengukuhan terhadap badan pengurus IKABenu di Desa Boti.

Kepada SUARA TTS. COM, Selasa 20 September 2022 di ruang kerjanya, Musa mengatakan, pembentukan IKABenu memiliki beberapa tujuan. Pertama, mempertemukan, membina dan mempererat persaudaraan dalam keluarga besar Benu. Dimana saat ini keluarga besar Benu yang terdiri dari 17 akun atau sapaan, tidak hanya tersebar di daratan Timor saja tapi juga hingga keluar NTT. Kedua, untuk meningkatkan ekonomi anggota IKABenu dengan membuka beberapa unit usaha dan ketiga untuk mengembangan SDM melalui pemberian beasiswa.

“ Turunan keluarga Benu saat ini tersebar di mana-mana, dan sebagaimana sudah tidak saling kenal. Oleh sebab itu, dengan kehadiran IKABenu diharapkan bisa mempertemukan, membina dan mempererat tali persaudaraan,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten TTS ini.

Pasca dikukuhkan Bupati, saat ini badan pengurus tengah fokus mengurus akte pendirian dari notaris dan SK dari Kemenkumham RI.

Selain itu, badan pengurus juga akan melakukan konsolidasi guna pembentukan cabang-cabang IKABenu di beberapa Kabupaten.

Di tahun depan (2023), IKABenu akan melakukan pendataan by name, by address setiap tarunan Benu, baik yang ada di TTS maupun di luar TTS.

“ Untuk saat ini kita belum memiliki data yang pasti terkait jumlah dan alamat turunan keluarga Benu tersebar dimana saja. Oleh sebab itu, tahun depan kita akan melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti dan ada dimana saja turunan Benu saat ini,” terangnya.

Terkait sikap politik IKABenu, Musa menegaskan jika IKABenu adalah organisasi sosial kemasyarakatan dimana tidak terlibat politik praktis dan bersikap netral.

“ kita (IKABenu) tidak berafiliasi dengan organisasi politik manapun. Kita merupakan organisasi sosial kemasyarakatkan tanpa ada tujuan politik,” tegasnya. (DK)

Editor : Erik Sanu 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…