BeritaPemerintahan

MOU Dengan Bawaslu, KIPDA TTS Inklusif Siap Kawal Pemilu 2024

×

MOU Dengan Bawaslu, KIPDA TTS Inklusif Siap Kawal Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Nampak Penandatanganan MOU antara Bawaslu TTS dan KIPDA TTS Inklusif 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Selatan menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan 14 Lembaga yang ada di TTS.

Diantara ke 14 organisasi tersebut ada juga  Komite Penyandang Disabilitas (KIPDA) TTS Inklusif. Tujuan penandatanganan MOU adalah  untuk Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024. Penandatanganan MoU berlangsung di Hotel Dena SoE, Rabu 10 Agustus 2022 Pukul 08:30 WITA.

Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky E. Fay, S. Sos dalam sambutannya menjelaskan Bawaslu sebagai Pengawas Pemilu mempunyai keterbatasan dalam mengawasi pemilu sehingga perlu menggandeng berbagai organisasi masyarakat sipil termasuk juga OPDis dalam hal ini KIPDA TTS inklusif.

Menurutnya, tahapan Pemilu 2024 saat ini sudah dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, ia mengharapkan dukungan semua pihak untuk menghasilkan Pemilu yang Berintegritas .

“ijinkan kami menyapa semua Ormas sipil yg hadir dengan kata sahabat bawaslu untuk menandatangani MOU pengawasan semua tahapan terutama Pengawasan Partisipatif dengan melibatkan Perguruan Tinggi,Lembaga Keagamaan dan Organisasi Masyarakat Sipil di Kab TTS ini”.Ujarnya.

Lebih lanjut,Melky mengatakan pentingnya peran mitra Bawaslu untuk sama-sama mengawasi setiap tahapan sehingga bisa menciptakan Pemilu yang Jurdil dan Berintegritas. Untuk itu dirinya mengajak Ormas, Pemuda, Mahasiswa, Pers dan KIPDA TTS inklusif yang mewakili Kaum Disabilitas di TTS.

Masih menurut Melky, indikator keberhasilan pengawasan Pemilu bukan pada jumlah banyak temuan pelanggaran pemilu tetapi pada kerjasama membangun kesadaran partisipatif dalam mengawasi dengan memberikan edukasi pencegahan ataupun melaporkan pelanggaran.

” Perlu ada kerja sama membangun kesadaran partisipatif dalam pengawasan dan edukasi tentang pelanggaran pemilu”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KIPDA TTS inklusif ,Imanuel Nuban yang hadir dan ikut menandatangani MoU mengatakan

KIPDA TTS inklusif siap terlibat dalam Pengawasan Pemilu 2024 untuk semua tahapan terutama Pemenuhan Hak Politik Penyandang Disabilitas dalam UU Pemilu dan UU No 8 Tahun 2016.

“Kami akan terlibat aktif dalam mengawasi Hak Penyandang Disabilitas dalam Kabupaten TTS ini untuk dapat memanfaatkan hak politiknya dengan baik. Dan kami akan membuat laporan apabila ada temuan yang menjurus pada tindakan penyelewengan hak kami”.Tegas Ima.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…