BeritaPemerintahan

Masyarakat TTS Diminta Tidak Panik, Kuota Minyak Tanah Stabil

×

Masyarakat TTS Diminta Tidak Panik, Kuota Minyak Tanah Stabil

Sebarkan artikel ini

Ket foto : Kabag Ekonomi dan SDA ,Ardi Aprianus Benu S.Sos bertemu Sales Branch Manager Rayon I NTT di Kupang,Senin 5 Desember 2022.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu.

SUARA TTS.COM | SOE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui melalui Kabag Ekonomi dan SDA ,Ardi Aprianus Benu S.Sos bertemu Sales Branch Manager Rayon I NTT di Kupang,Senin 5 Desember 2022.

Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari operasi kelangkaan minyak tanah oleh Tim Terpadu  di Kabupaten TTS Jumat,  2 Desember 2022.

“kami bertemu dengan Sales Branch Manager Rayon I NTT di Pertamina Kupang untuk memastikan penyebab kelangkaan minyak tanah di Kabupaten TTS”, ujat Ardi kepada SUARA TTS.COM.

Menurut mantan Camat Amanatun Selatan ini,pihaknya masih menemukan  beberapa agen penjual minyak tanah maupun pengecer yang menjual minyak tanah dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Oleh karna itu Ardi minta masyarakat untuk melaporkan  agar segera ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Ket foto : Daftar nama agen penyalur minyak tanah di Kabupaten TTS.

Lebih lanjut menurut Ardi saat ini penyaluran sudah normal sehingga masyarakat tidak perlu panik. Saat ini kata Ardi, tercatat ada 7 agen penyalur resmi yang siap menyalurkan minyak tanah di Kabupaten TTS yaitu PT Karya Timor Indah, PT Mitra Arin Migas, PT Nusa Migas Prima Abadi, PT Sulung Budi Mandiri, PT Gollu Potto Migas, PT Catur Perkasa.

Sales Branch Manager Rayon I NTT,Hedi pada kesempatan tersebut mengatakan terjadi penurunan kuota minyak tanah dari BPH MIGAS pada akhir bulan November.

Pengurangan kuota sebesar 3,48% dari kuota sebelumnya 108.781 Kilo Liter (KL)  menjadi 104.991 KL pada tgl 25 November 2022.

Namun menurut Herdi, keesokan harinya 26 November 2022, BPH MIGAS kembali menambahkan kuota BBM untuk Provinsi NTT sebesar 108.435 KL sehingga saat ini penyaluran kembali normal.

Dirinya juga menghimbau masyarakat di Kabupaten TTS tidak perlu risau lagi dengan isu kelangkaan minyak tanah karena untuk hari Natal dan Tahun Baru dipastikan pasokan minyak tanah tetap stabil dan normal.(Sys).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…