Berita

Massa Pemasak Sopi Desak Pemda dan DPRD TTS Segera Buat Regulasi

×

Massa Pemasak Sopi Desak Pemda dan DPRD TTS Segera Buat Regulasi

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Nampak Suasana masyarakat saat berada di kantor Bupati TTS.

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota

SUARA TTS. COM | SOE – Ratusan pemasak sopi dari Kecamatan Boking, Kabupaten TTS, Kamis 22 September menggelar aksi demo di kantor Bupati TTS dan gedung DPRD TTS. Massa yang tergabung dalam Aliansi peduli masyarakat TTS, menuntut Pemda  dan DPRD TTS untuk segera membuat regulasi (Perda dan Perbup) guna melindungi pemasak sopi (minuman tradisional) dan sopi.

Pasalnya belum lama ini, Polres TTS melakukan penggerebekan di beberapa lokasi pemasak sopi dan menyita belasan jerigen sopi. Hal ini membuat para pemasak sopi resah dan merugi karena usaha mereka tak bisa beroperasi dan sopi mereka disita.

“ kami mendesak pemerintah daerah menerbitkan regulasi terkait minuman tradisional (sopi) untuk kepentingan sosial, ekonomi dan budaya dalam masyarakat. Kami juga mendesaak DPRD TTS mengawal sampai adanya regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat terkait sopi,” tegas Koordinator lapangan Armando Kase saat melakukan audiensi dengan Asisten 1 Setda TTS, Samuel Fallo di aula mutis.

Massa juga mendesak pihak Kepolisian agar dalam menegakan aturan harus humanis dan menyampaikan regulasi yang dilanggar secara baik.

Massa memberikan waktu satu minggu kepada Pemda guna menjawab aspirasi tersebut.

“ Satu minggu lagi kita akan datang kembali guna mempertanyakan tindak-lanjut dari Pemda atas tuntutan kita,” ujarnya. Ket Foto : Nampak masyarakat sedang berada di Kantor Bupati TTS 

Usai mendengar aspirasi massa pendemo, Samuel menegaskan aspirasi tersebut akan dicatat dan disampaikan kepada Bupati guna segera ditindaklanjuti.

“ Saya ini hanya “pembantu” bupati sehingga tidak bisa jawab apa yang menjadi aspirasi bapa mama semua. Tapi aspirasi tersebut akan menjadi catatan untuk saya sampaikan kepada bupati,” janjinya.

Audensi dengan Asisten 1 ditutup dengan penyerahan surat pernyataan sikap dari aliansi penduli masyarakat TTS.

Usai dari kantor Bupati TTS, massa bergerak menuju kantor DPRD TTS guna bertemu dan berdialog dengan wakil rakyat. (DK)

Editor : Erik Sanu 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…