Berita

Kualitas Pekerjaan Trotoar di Kelurahan Kampung Baru Diragukan

×

Kualitas Pekerjaan Trotoar di Kelurahan Kampung Baru Diragukan

Sebarkan artikel ini

Ket Foto : Nampak pekerjaan pembangunan trotoar di kelurahan Kampung Baru 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Komisi III DPRD Kabupaten TTS melakukan kunjungan kerja (Kunker) guna memantau progres fisik sejumlah proyek yang sementara dikerjakan yang sudah selesai masa tendernya.

Kunjungan pimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD TTS, Relygius Usfunan,SH didampingi Ketua komisi III, Dr.Marthen Tualaka,SH,M.Si, wakil ketua Komisi III Sefriths Na’u bersama anggota komisi Mateos Lakapu, Jean Neonufa, Lorens Jehau, Viktor Soinbala dan Robinson Faot.

Selain rombongan anggota DPRD dari komisi III, turut hadir staf Dinas  PRKP Kabupaten TTS.

Lokasi pertama dipantau Wakil ketua I DPRD TTS bersama ketua Komisi III dan rombongan adalah  proyek pekerjaan pembangunan Trotoar di kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kota Soe dengan nilai pekerjaan Rp. 1.501.600.000.

Ket foto : Nampak rombongan Komisi III saat meninjau pekerjaan trotoar di kelurahan Kampung Baru, Kota Soe .

Rombong mendapati pekerjaan trotoar belum mencapai 90% padahal selesai masa tender pekerjaannya 23 November 2022.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten TTS Relygius Usfunan,SH didepan kontraktor pelaksana CV.Andalan 66 dan pegawai dinas PRKP kabupaten TTS  mengatakan bahwa pekerjaan trotoar belum mencapai 90% sedangkan masa kerjanya sampai 23 November 2022.

Karna itu dirinya minta agar tenaga buruhnya harus ditambah dan perlu kerja penuh waktu untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

Hal senada disampaikan oleh ketua Komisi III DPRD TTS, Marthen Tualaka bahwa proses pekerjaan trotoar masih sangat banyak sehingga jika hanya dikerjakan oleh sedikit orang maka belum tentu pekerjaannya akan selesai pada waktu yang ditentukan.

“kotraktornya harus menambah tenaga kerja, dan  tolong perhatikan mutu dan kualitasnya sehingga jangan sampai mengejar waktu tanpa harus memperhatikan mutuh”,ujar Marthen.

Politisi Hanura ini lantas meminta dinas teknis dalam hal ini dinas PRKP agar selalu mengawasi pekerjaan trotoar sehingga para pekerja mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan.

Sementara itu Wakil ketua Komisi III, Sefriths Na’u meragukan  pekerjaan trotoar yang sedang  dikerjakan. Ia berasalan  karena tenaga kerja yang dipekerjakan hanya empat orang dan bisa saja tidak selesai tepat waktu.

Sementara itu  Kontraktor CV.Andalan 66, Roland Laning mengatakan bahwa ia akan segera menambah tenaga kerja. Selain itu dirinya siap  mengutamakan mutu dan kualitas bangunan.

Ditanya tentang pekerjaan yang akan berakhir pada tanggal 23 November 2022, Roland mengatakan optimis akan selesai tepat pada waktunya.

“Saya optimis dan pastikan bahwa pekerjaan pembangunan trotoar akan selesai tepat waktu”,tegas Roland.(Sys).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…