BeritaHukrim

Hendak Cari Calon Istri, Warga Desa Tofen Malah Dikeroyok Hingga Tewas 

×

Hendak Cari Calon Istri, Warga Desa Tofen Malah Dikeroyok Hingga Tewas 

Sebarkan artikel ini

Ket Foto: Ilustrasi 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Nasib naas menimpa Matias Edison Lassa alias Mes (39) warga RT 01 RW 01 Desa Tofen Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ia tewas usai dikeroyok sejumlah warga di Desa setempat. Korban dikeroyok saat mencari calon istrinya yang sedang berada di rumah salah satu tersangka (pelaku pengeroyokan).

Polisi kemudian menetapkan 4 orang tersangka yakni, Welem Sefnat Banoet (49), Anderias Banoet (25), Manase Banoet serta Dian Hukunala dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa dalam keterangan persnya menjelaskan kronologis kejadian bahwa sebelumnya Minggu (04/09/2022) sekitar pukul 18:30 wita lalu korban Mathias Edison Lassa alias Mes (39) bersama-sama dengan beberapa temannya pergi ke rumah tersangka Welem S Banoet (49) untuk mencari tahu keberadaan calon istrinya karena korban mendapatkan informasi bahwa calon istrinya sementara berada dirumah Tersangka kedua Manase Banoet.

Setelah korban dan teman-teman tiba di rumah Tersangka, Welem Sefnat Banoet ( 49), terjadi keributan antara Korban Mathias Edison Lassa alias Mes (39) dan Kedua Tersangka Welem Sefnat Banoet (49) dan Manase Banoet (25) sehingga para tersangka melakukan penganiayaan kepada korban menggunakan dua bilah parang dan kayu sehingga korban sekarat dan dilarikan ke Puskesmas Mollo Utara untuk mendapatkan pertolongan medis.

Selanjutnya beberapa menit kemudian korban dirawat di Puskesmas Mollo Utara kondisi korban semakin kritis, sehingga korban dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum Daerah Timor Tengah Selatan, namun kondisi korban tetap saja tidak ada perubahan, korban kemudian dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum Kupang dan pada Jumat ( 09/09/2022) korban meninggal dunia.” urai Kapolres Gusti.Akibat perbuatan para Tersangka mengakibatkan korban meninggal dunia.

AKBP Gusti menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus itu.

“kita tetapkan 4 orang tersangka yakni, Welem Sefnat Banoet (49), Anderias Banoet (25), Manase Banoet serta Dian Hukunala, keempat tersangka di jerat Pasal 170 ayat (3) KUHP sub pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.”Tegasnya

Kapolres menambahkan, empat tersangka sudah ditahan di Sel Mapolres Timor Tengah Selatan guna proses lebih lanjut.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…