klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Ganjar: Tekad hapus intimidasi pada wong cilik jadi daya tarik 03

×

Ganjar: Tekad hapus intimidasi pada wong cilik jadi daya tarik 03

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[ad_1]


Jakarta (BERITA CALEG) – Calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo menyatakan tekadnya yang kuat untuk menghapus adanya intimidasi pada ‘wong cilik’ menjadi daya tarik sekaligus kekuatannya bersama Mahfud MD.

“Kekuatan kita selalu ‘gremetnya, gelindingnya’ kawan-kawan bersatu dengan rakyat, rasanya tidak dimiliki oleh yang lain. Ada yang masuk, Pak Ganjar sudah ada yang telepon kami, jangan kencang-kencang, model intimidasi ecek-ecek begini harus kita lawan,” kata Ganjar dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Example 300x600

Ganjar menuturkan selama berkeliling ke Indonesia untuk menemui rakyat, ia juga bertemu dengan partai pengusung dan relawan untuk mendengarkan sekaligus melihat situasi atau masalah yang terjadi pada masyarakat secara langsung.

Dalam pertemuan itu, ia melihat tim pemenangan dan relawan di Jawa Timur khususnya di Surabaya, punya keberanian besar untuk membantunya melawan ancaman seperti itu. Sebab, baik Tim Pemenangan Nasional (TPN) dan Tim Pemenangan Daerah (TPD) telah menyiapkan tim untuk menghadapi tekanan-tekanan.

Maka dari itu, ia meminta jika terdapat dugaan intimidasi-intimidasi, pasti sampai ke tim tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Kenapa saya sampaikan, karena sudah banyak sekali kemarin kawan-kawan jalannya kencang-kencang, kok tiba-tiba diam, saya bilang pasti ada sesuatu,” kata dia.

Menurutnya dengan tekad yang kuat, ia bisa terus bergerak di sisa waktu kampanye satu bulan ke depan. Sehingga ia meminta tim pemenangan untuk menyiapkan langkah-langkah jauh lebih strategis.

“Orang bijak mengatakan kepada saya, jangan pernah berhenti ketika kita belum sampai. Maka kita akan berhenti dengan lelah kita, sampai pada saat kita mendapatkan kemenangan itu. Kita akan melawan dan tidak akan pernah berhenti, naik turunnya situasi demokrasi kita harus tetap tercatat secara baik dalam sejarah, itulah kenapa kita harus terus belajar,” ucap mantan gubernur Jawa Tengah itu.

 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © BERITA CALEG 2024

[ad_2]

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *