Berita

Ditetapkan, 5 Cakades Bertarung di Pilkades Fatu Ulan.

×

Ditetapkan, 5 Cakades Bertarung di Pilkades Fatu Ulan.

Sebarkan artikel ini

Ket Foto. Nampak 5 Calon Kepala Desa Fatu Ulan, Kecamatan Ki’e saat memperlihatkan nomor urut.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Sesuai jadwal tahapan Pilkades serentak di Kabupaten TTS, jumat 27 Mei 2022 dilakukan penetapan calon kepala desa untuk mengikuti Pilkades pada 17 Juni mendatang.

Dari tujuh bakal calon yang mendaftar, lima orang ditetapkan sebagai calon untuk bertarung pada Pilkades  yakni
1. Imenuel Natonis
2. Nicodemus Natonis
3. Fretis Natonis
4. Riduarji A. Natonis
5.Husni Natonis
Sedangkan yang tidak lolos yakni.
1. Antonius Natonis
2. Oktovianus Natonis

Ketua Panitia Pilkades Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Jhoni Kase kepada SUARA TTS.COM mengucapkan terima kasih sudah karna bakal calon dan masyarakat menghargai undangan panitia dalam proses penetapan calon kepala desa.

Karnanya setelah melalui tahapan demi tahapan sesuai akhirnya dilakukan penetapan dan penarikan nomor urut calon kepala desa Fatu Ulan masa bakti 2022-2026.

Terkait penetapan calon, sesuai aturan jikalau bakal calon lebih dari 5 orang akan dilakukan pembobotan atau seleksi tambahan. Jika bakal calon hanya 5 orang maka seusai jadwal tahapan yang ada panitia melaksanakan penetapan dan penarikan nomor urut calon kepala Desa.
Melalui berbagai tahapan akhirnya 5 orang ditetapkan sedangkan 2 orang tidak lolos.
Ia menjelaskan 2 orang yang tidak lolos karena sewaktu verifikasi keabsahan dokumen maka ditemui beberapa kejanggalan dalam administrasi dan juga bebrapa format surat pernyataan tidak sesuai format yang ada dalam Perbup No 09 Tahun 2022

“Kita beri tenggat waktu untuk dilakukan klarifikasi maka kedua bakal calon tersebut tidak menanggapi secara tertulis sehingga melalui keputusan panitia maka kedua Calon tersebut digugurkan”,ujarnya.

Jhoni menghimbau kepada para calon kepala desa agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan, sehingga sampai dengan akhir tahapan Pilkades yaitu pemungutan suara suasana harmonis ini terus terjaga.

Salah satu calon yang ditetapkan, Husni Natonis mengaku mengaku senang bisa mengikuti tahapan Pilkades hingga saat ini.
Dirinya memberikan apresiasi kepada panitia yang bekerja optimal dan sesuai regulasi yang ada.

“Saya pribadi berterima kasih kepada panitia yang sudah bekerja optimal dan profesional dalam setiap tahapan Pilkades hingga penetapan”,ujar Calon nomor urut

Dirinya juga berkomitmen untuk tetap menjaga situasi keamanan agar suasana tetap kondusif hingga hari pemilihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov NTT Lakukan Gerakan Pangan Murah Di Kabupaten TTS Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Perum Bulog serta Bank NTT Cabang Soe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak Kamis (16/5/24) hingga Jumat (17/5/24) lalu di sejumlah titik di Kabupaten TTS. Adapun GPM ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe dan di Desa Taneotob yang juga diikuti oleh masyarakat Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena sejak Kamis (16/5) hingga Jumat (17/5/24). GPM ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan rincian di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, 5.000 Kg Beras Medium, 200 Kg Beras premium, 100 Kg Gula Beras Kita, 20 Kg tepung, 20 Kg Bawang merah dan Bawang putih, Minyak Goreng Selfie 90 Liter, Minyak Goreng Damai 60 Liter, Minyak goreng kita 240 Liter. Sedangkan Desa Taneotob dan Desa Noebesi yang terletak di Kecamatan Nunbena dengan rincian 2.000 Kg Beras, 60 Botol minyak goreng dan 50 Kg Gula pasir dan 100 paket sembako yang terdiri atas beras dan gula pasir oleh Bank NTT Cabang Soe. Kegiatan GPM telah menjadi agenda Pemprov NTT yang terus digelar di seluruh Kabupaten/Kota di NTT dalam rangka pengendalian Inflasi untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan yang cenderung naik akibat sejumlah faktor seperti gagal panen dampak perubahan iklim ekstrim hingga terjadinya kemarau panjang dan waktu panen Petani tidak menentu. Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa yang turut menyebabkan tingginya angka inflasi di Kabupaten TTS. Bahkan untuk memasok bahan pangan serta sembako lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan warga di desa itu butuh perjuangan keras, dikarenakan sulitnya akses jalan menuju wilayah desa tersebut dikarenakan harus melintasi sejumlah anak sungai. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Inflasi di kabupaten tersebut pada bulan April 2024 (YoY) sebesar 1,83 persen. Melalui GPM yang secara terus menerus dilaksanakan oleh Pemprov NTT bekerjasama dengan para distributor terkait diharapkan dapat mengantisipasi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan dengan harga terjangkau dibawah harga pasar.( Tim )
Berita

  Kupangonline.com,KUPANG— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama…