OlahragaUncategorized

Bawa Gagasan Liga Berjenjang dan VAR di ETMC, Fernando Soares Bidik Kursi Ketua Asprov PSSI NTT

15
×

Bawa Gagasan Liga Berjenjang dan VAR di ETMC, Fernando Soares Bidik Kursi Ketua Asprov PSSI NTT

Sebarkan artikel ini
Fernando Soares saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua Asprov PSSI NTT, di Sekretariat Komite Pemilihan Asprov PSSI NTT. Foto: TIM

Kupangonline.com, Kupang – Calon Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) Fernando Jose Osorio Soares, tidak hanya mengandalkan dukungan suara, tapi juga membawa gagasan besar untuk sepak bola NTT.

Fernando mengusung program kompetisi berjenjang dari kabupaten hingga provinsi, serta wacana penerapan Video Assistant Referee (VAR) di ajang El Tari Memorial Cup (ETMC).

Gagasan tersebut disampaikan tim pemenangan Fernando, Muhammad Sipriyadin Pua Rake, saat mengantongi 21 dukungan pemilik suara (voter) dari total 35 hak suara, Kamis (29/10/2026).

Muhammad mengatakan, sesuai surat mandat 21 voter telah diserahkan kepada Komite Pemilihan yang diterima Abdul Muis.

“21 dukungan sudah kami serahkan secara resmi. Ini menjadi modal awal untuk mewujudkan pembenahan sepak bola NTT yang lebih profesional,” ujar Sipriyadin.

Menurutnya, Fernando Soares ingin memastikan Liga dan Piala Gubernur NTT memiliki sistem dan jadwal kompetisi yang jelas dan berjenjang. Mulai dari level kabupaten/kota hingga provinsi, sehingga klub punya kepastian pembinaan dan pengembangan.

“Selama ini kompetisi sering tidak teratur. Dengan liga berjenjang, klub bisa berkembang berkelanjutan dan tidak hanya muncul saat ETMC,” katanya.

Gagasan paling menarik adalah penerapan VAR di ETMC. Fernando menilai turnamen paling bergengsi di NTT itu sudah saatnya naik kelas dengan dukungan teknologi.

“Penerapan VAR di ETMC kita usulkan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran. Ini untuk meningkatkan kualitas dan fair play pertandingan,” jelas Sipriyadin.

Selain kompetisi, Fernando juga mendorong setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai wadah pembinaan usia dini. Hal ini diharapkan melahirkan talenta muda NTT yang mampu bersaing di level nasional.

Peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan inspektur pertandingan juga menjadi fokus melalui program pendidikan dan sertifikasi.

Di sisi organisasi, Fernando mengusulkan tata kelola Asprov PSSI NTT yang lebih transparan, profesional, dan melibatkan seluruh Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab/Askot).

Ia juga mendorong pengembangan industri sepak bola NTT melalui kerja sama sponsorship, perluasan publikasi pertandingan, hingga siaran langsung di televisi dan platform digital.

Tak kalah penting, Fernando mengusulkan pembangunan dan peningkatan tiga stadion berstandar nasional untuk mendukung kompetisi dan meningkatkan kualitas fasilitas.

“Berbagai gagasan ini diharapkan membangun ekosistem sepak bola NTT yang lebih baik, dari hulu ke hilir,” pungkas Sipriyadin.

Dukungan untuk Fernando sendiri masih berpotensi bertambah. Tim pemenangan menyebut masih ada empat voter lain yang sedang dalam komunikasi intensif.

Untuk diketahui, Musyawarah Provinsi (Musprov) Asprov PSSI NTT dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 untuk menentukan ketua baru sekaligus arah pengembangan sepak bola NTT ke depan. (*)