klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Ari Dwipayana: Pembangunan manusia jadi modal dasar peradaban besar

×

Ari Dwipayana: Pembangunan manusia jadi modal dasar peradaban besar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[ad_1]


Jakarta (BERITA CALEG) – Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan pembangunan manusia sangat penting karena menjadi modal dasar sebuah peradaban yang besar.

Hal itu disampaikan Ari saat menjadi pembicara ahli dalam The 1st International Conference & Symposium on Applied Buddhism & Buddhayana Spirit Movement (ISAMBUDDHA) 2023 yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita, di Lampung, Selasa (14/11).

Example 300x600

“Semua peradaban besar bisa berkembang, karena memiliki modal dasar yang sangat kuat, yaitu manusia. Semua perkembangan teknologi, pengetahuan, itu bergantung pada manusia-manusianya, maka tugas kita bersama, yaitu membangun manusia,” ujar Ari dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ari menyampaikan teknologi dan pengetahuan tidak lagi bersifat interdisiplin, tetapi telah berkembang menjadi transdisiplin. Untuk itu, mahasiswa Buddhis, menurutnya harus menguasai pengetahuan dan hybrid skill.

“Mahasiswa Buddhis harus menjadi generasi muda yang cerdas, terdidik dan bisa mendorong kemajuan yang lebih baik dengan cara menguasai hybrid knowledge dan hybrid skills,” jelas Ari dalam acara yang dihadiri 20 pembicara dari 9 negara, serta 64 pemakalah dan 74 presenter itu.

Namun, Ari juga menegaskan bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Dia menekankan sumber daya manusia kita juga harus berintegritas dan berkarakter.

“Dalam memupuk karakter dan integritas inilah, kita harus belajar dari para penuntun agama kita. Umat Buddhis bisa belajar dari keteladanan Siddharta Gautama, dari para guru-guru dan panutan agama, termasuk Yang Mulia Ashin Jinnarakkhita,” ucapnya.

Dia mengatakan perguruan tinggi agama Buddha harus terus mendorong mahasiswanya untuk meneladani perjalanan dan perjuangan bhikku asli Indonesia pertama di era modern, Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita agar tidak berhenti belajar, mengasah kepedulian sosial, mengasah kepekaan spiritual, serta menurunkan ilmu menjadi amal.

“Karena ilmu tidak akan memberi manfaat kalau tidak diterapkan menjadi amal. Inilah semangat gerakan Buddhayana yang harus terus kita dorong,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Joko Widodo bahas Gaza di Riyadh sebelum bertemu Joe Biden

Baca juga: Ari Dwipayana: Presiden punya hak prerogatif pilih Panglima TNI

 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © BERITA CALEG 2023

[ad_2]

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *