klik X untuk tutup iklan ini
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPolitik

Tak Ada Anggaran, Angket Tak Jalan, Ketua ARAKSI: Jangan – Jangan Buat Angket Untuk Cari Uang

×

Tak Ada Anggaran, Angket Tak Jalan, Ketua ARAKSI: Jangan – Jangan Buat Angket Untuk Cari Uang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ket. Foto : Ketua Araksi, Alfred Baun dan mantan Wakil Ketua Panitia Angket, DR. Uksam Selan

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota.

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – Ketua Araksi Alfred Baun menyoroti alasan tak jalannya panitia angket DPRD TTS karena tak ada anggaran. Dirinya merasa aneh dengan alasan tersebut, mengingat hak anggaran atau budget ada di tangan DPRD.

“ Jangan-jangan DPRD TTS buat angket untuk cari uang, sehingga ketika tidak ada uang, angket tidak jalan,” duga Alfred.

Issue yang saat ini beredar lanjut Alfred, ada sejumlah oknum panitia angket yang melakukan rapat di kupang.

“ Ada Issue beredar jika oknum panitia angket yang melingkar ke kupang lalu buat rapat di sana,” sebut Alfred.

Alfred meminta pimpinan DPRD TTS dan Panitia angket menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat terkait panitia angket yang bekerja dengan hasil nol.

Dirinya juga meminta agar seluruh anggaran yang digunakan untuk proses pembentukan angket hingga angket bubar dikembalikan ke kas daerah.

“ Uang negara yang dikeluarkan untuk bentuk angket hingga angket bubar dengan hasil nol harus dikembalikan ke kas daerah. Kami berikan waktu satu minggu untuk kembalikan. Jika tidak, kami yang akan datang tagih ke DPRD TTS,” ancam Alfred.

Terpisah, mantan Wakil Ketua Panitia angket, DR. Uksam Selan menyebut ada dua alasan teknis yang menyebabkan panitia angket tidak bisa bekerja secara maksimal. Pertama, Panitia angket sulit melakukan rapat karena sulit memenuhi korum. Banyak anggota panitia angket yang disebut Uksam malas mengikuti rapat.

“ Untuk korum, rapat harus dihadiri minimal 8 anggota, tapi selama kita (panitia angket) rapat cuma satu kali yang korum, sisanya tidak pernah korum hingga panitia bubar. Bahkan ada anggota yang tidak pernah ikut rapat sama sekali dari angket terbentuk hingga bubar,” terang politisi PKP ini.

Alasan teknis yang kedua, yaitu ketiadaan anggaran. Dimana, DPRD tidak sempat mengalokasikan anggaran pada APBD induk untuk panitia angket yang bersifat adhoc karena tidak diduga sebelumnya.

“ Kalau pansus LKPJ itu ada alokasikan anggarannya dalam APBD induk. Sedangkan panitia angket tidak ada, karena tidak kita duga sebelumnya,” papar pria berkaca mata ini. (DK)

Editor : Erik Sanu 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *