Kupangonline.com – Atambua, NTT, 21 Juni 2025 Tim Sosial 12 (S12), komunitas sosial-keagamaan yang bergerak dalam renovasi dan pembangunan rumah bagi fakir miskin dan dhuafa, kembali menunjukkan aksi nyatanya. Kali ini, mereka membangun rumah dhuafa ke-10 untuk seorang janda bernama Ibu Rugaya Olla di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Dalam proses pembangunan ini, Sahabat Muslim Nusantara Salimun bersama para donatur—termasuk dari usaha Ayam Geprek—turut berkontribusi melalui sedekah guna mewujudkan rumah layak huni bagi penerima manfaat.
Ketua Salimun, Syaiful Muhammad Usman, menyampaikan bahwa pihaknya siap terus mendukung kegiatan sosial seperti ini.
“Program sosial Salimun siap mendukung dan mensupport penuh setiap kegiatan kemanusiaan S12. Semoga sinergi ini terus berkelanjutan agar semakin banyak saudara dhuafa memperoleh rumah layak huni,” ujarnya.
Koordinator Lapangan S12, Mu’ammal Sado, juga menyampaikan apresiasi mendalam:
“Terima kasih banyak kepada Sahabat Muslim Nusantara dan para donatur Ayam Geprek yang telah memberikan sedekahnya untuk pembangunan rumah dhuafa ke-10 di Atambua. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat dalam melancarkan pembangunan rumah layak huni,” ungkapnya.
Program pembangunan rumah dhuafa oleh S12 telah berlangsung sekitar empat tahun, dengan 10 rumah berhasil dibangun berkat dukungan umat Islam yang rutin berbagi rezeki.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berlanjut demi membantu orang-orang susah mendapatkan tempat tinggal yang layak. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak, Ibu, dan para sahabat dengan limpahan keberkahan dan rahmat-Nya,” tambah Mu’ammal.
Di akhir wawancara, Syaiful Muhammad Usman mengajak semua pihak untuk terus terlibat dalam program kebaikan:
“Mari kita sama-sama mendukung setiap program baik dari Salimun. Semoga ini menjadi ladang amal jariyah kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin,” tutupnya.
Program ini bukan sekadar pembangunan rumah, melainkan perwujudan nilai kepedulian dan solidaritas umat Islam terhadap sesama, terutama mereka yang berada di pelosok dan perbatasan.***












