Kupangonline.com-Kupang, 24 Maret 2025 – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam acara Reuni Akbar REITAQ yang digelar di Swiss-Belinn Kupang saat ngabuburit bersama anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini dihadiri oleh lintas angkatan alumni REITAQ serta adik-adik remaja masjid (Remas) Al-Muttaqien, Acara ini mengusung tiga tujuan utama: nostalgia dan berbagi pengalaman, kepedulian sosial, serta penguatan peran remaja masjid dalam membangun komunitas.
1. Nostalgia dan Sharing Expertise
Reuni ini menjadi ajang silaturahmi antara alumni lintas angkatan dan para anggota Remas Al-Muttaqien. Selain berbagi cerita nostalgia, mereka juga mendiskusikan berbagai hal, mulai dari pekerjaan, keluarga, hingga pentingnya kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan melalui pertemuan ini, para alumni dapat terus memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat.
2. Berbagi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia berbagi kebahagiaan dengan 20 anak yatim dan dhuafa yang tinggal di sekitar Masjid Al-Muttaqien. Mereka menerima dua paket Ramadhan, yaitu:
Paket sembako, hasil penggalangan dana dari adik-adik Remas Al-Muttaqien.
Paket Lebaran, berupa kue lebaran yang berasal dari gerakan orang tua asuh di bawah kepemimpinan Ibu Shinta Haris.

Dengan kegiatan ini, diharapkan rasa empati dan solidaritas sosial semakin kuat di kalangan remaja masjid, terutama dalam membantu mereka yang kurang beruntung.
3. Memperkuat Peran Remaja Masjid
Di bawah kepemimpinan Ari, remaja masjid Al-Muttaqien didorong untuk semakin aktif dalam berbagai kegiatan produktif yang bermanfaat bagi lingkungan masjid dan masyarakat sekitar. Acara ini juga menjadi momentum untuk mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penerus sejarah, tetapi juga pencipta sejarah baru di Masjid Al-Muttaqien.
Sebagai koordinator REITAQ, Abang Mocha Zoel mengungkapkan harapannya agar reuni ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kepedulian terhadap sesama. “Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa silaturahmi bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik dengan kepedulian dan aksi nyata,” ujar Mocha Zoel.
Reuni Akbar REITAQ dan kegiatan berbagi ini menjadi bukti nyata bahwa silaturahmi, kepedulian, dan semangat kebersamaan dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun komunitas yang lebih baik.***












