kupangonline.com, Kupang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang terus berupaya meningkatkan produksi air bersih dengan melakukan optimalisasi terhadap 32 unit sumur bor yang memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Adapun 32 unit sumur bor tersebut terbagi atas 22 unit milik PDAM Kota Kupang dan 10 unit sumur bor dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) milik perorangan yang airnya dipakai untuk melayani masyarakat setempat sedangkan pembayarannya melalui PDAM.
Demikian penjelasan Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa kepada kupangonline.com di ruang kerjanya, Rabu (18/2/26).
Terkait peningkatan produksi air, PDAM juga berupaya menjalin kerjasama dengan pihak lain, salah satunya Balai Wilayah Sungai II Provinsi NTT dan juga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang.
“K dapat dukungan dari BWS II NTT sebanyak 2 unit sumur bor yang pendanaannya bersumber dari APBN, serta bantuan dari Dinas PU Kota Kupang ada 8 unit yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas air bersih untuk meningkatkan pelayanan masyarakat pelanggan,” ungkap Isidorus.
PDAM juga membangun jaringan Sambungan Rumah (SR) dengan kondisi saat ini tercatat 18.150 sambungan rumah, diantaranya ada sekitar 12.000 SR aktif.
Terhadap upaya meningkatkan jaringan distribusi dan transmisi agar dapat melayani pelanggan, PDAM meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang dan DPRD untuk mendapatkan dukungan penyertaaan modal untuk penambahan jaringan sambungan sebesar Rp 5 miliar per tahun yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).
“Secara teknis, kami telah menyiapkan kajian dan saat ini dalam tahap analisis investasi, kemudian akan lakukan kajian akademis hingga terbentuknya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) hingga akhirnya disahkan menjadi Perda, dan untuk nilai anggarannya sebesar Rp 5 miliar per tahun, namun hal itu masih dalam tahap diskusi dan butuh dukungan besar dari berbagai pihak,” tambahnya.
PDAM juga meningkatkan Kualitas, Kuantitas, Kontinueitas, dan Keterjangkauan dalam optimalisasi pelayanan air bersih bagi pelanggan di Kota Kupang.
“Setiap bulan kami melakukan uji kualitas air melalui Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi NTT dengan tujuan air yang didistribusi kepada pelanggan itu dinyatakan bebas layak konsumsi dan bebas dari jenis zat berbahaya,” terangnya.
Disamping itu, PDAM juga akan meningkatkan kuantitas dan kontinue layanan, dalam hal ini menambah jam operasional distribusi air bersih.
“Kondisi saat ini, distribusi air bersih kepada pelanggan itu durasinya dari 6 jam akan ditambah menjadi 8 sampai 9 jam per hari, dan kedepannya akan diusahakan beroperasi menjadi 24 jam sehingga pelanggan dapat menikmati air bersih setiap saat,” tambah Isidorus.
Khusus untuk penambahkan jaringan Sambungan Rumah (SR), PDAM telah menjalin kerjasama dengan sejumlah Developer yan jumlah mencapai lebih dari 400 unit sambungan rumah dan pengelolaannya dilakukan oleh PDAM.
“Untuk Developer perumahan sudah memiliki jaringan sambungan air sampai ke rumah warga, dan kerjasama dengan PDAM yang melayani pengelolaan distribusi air termasuk pembayarannya melalui PDAM,” tutupnya. (tia)










