Uncategorized

Dalam Coffe Morning  Dengan Media  Massa Gubernur NTT Buat Strategi Untuk Tekan Stunting

42
×

Dalam Coffe Morning  Dengan Media  Massa Gubernur NTT Buat Strategi Untuk Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini

 

Kupangonline.com,Kupang–  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, S. Si., Apt mengelar kegiatan Coffe Morning bersama Media massa dengan Tema: Kolaborasi Membangun Nusa Tenggara Timur Media Sebagai Mitra Pembangunan Menyatukan Narasi Dalam Semangat  “Ayo Bangun NTT”

Dalam suasana Offe Morning dengan media massa, Gubernur NTT ” Emanuel Melkiades Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu pagi (10/5/25). Dengan mempaparkan beberapa sejumlah program-program dalam prioritas dalam Pemerintahannya bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma untuk 100 hari kerja

Fokus utamanya tekan Stunting Lewat Posyandu dan Pendampingan Keluarga
Ia menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahannya adalah menekan angka stunting di NTT. “Kami sudah latih kader Posyandu dengan 25 kemampuan dasar di Posyandu,” ujarnya.

Dengan adanya strategi baru juga diterapkan setiap rumah dengan anak stunting akan didampingi oleh satu orang khusus yang mengawasi pola makan, minum, dan perilaku kesehatan anak,” kata Melkiades.

” Pemprov NTT mendorong setiap desa untuk memiliki produk khas unggulan,untuk setiap kabupaten/kota minimal harus punya dua produk yang sudah lolos uji BPOM.

Melki, dengan target kita adalah, dari 3.137 desa di NTT, masing-masing punya produk yang menjadi kekhasan daerah.

Mendukung produk lokal plikasi Digital untuk memperluas pasar, Pemprov telah membuka gerai khusus produk NTT di Bandara El Tari Kupang, Labuan Bajo, Pelabuhan Bolok dan Tenau, bahkan di mall seperti Lippo Plaza, kami juga akan luncurkan aplikasi khusus untuk jual beli produk NTT.

Akses Pendidikan Terbaik untuk Anak NTT, Pemerintah juga mendorong anak-anak NTT untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan dan kampus terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.

Kami pastikan mereka mendapat bimbingan agar memilih jalur pendidikan dengan benar, termasuk ke Akpol, Akmil, dan sekolah kedinasan lainnya,” papar Melki.

Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Reformasi Birokrasi
Dalam upaya meningkatkan PAD, seluruh kontrak kerja dengan pihak ketiga akan direview agar sesuai nilai pasar.

” Melki” juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penyegaran birokrasi jika administrasi selesai pekan ini, pelantikan pejabat eselon II akan digelar Jumat depan, dilanjutkan eselon III dan IV,” ungkapnya

Tambahnya untuk ASN turun ke kebun, sawah, dan laut, dengan pembelanjaan pegawai yang menghabiskan 56% anggaran, Gubernur Melki menekankan perlunya efisiensi.

ASN harus aktif di lapangan. Kalau PAD bisa capai Rp2 triliun, kita bisa kendalikan belanja pegawai dan arahkan ASN membantu masyarakat langsung,” ucapnya.

Dengan target 100 Hari Kerja Realisasi 6 Program Prioritas
Menjelang akhir 100 hari kerja pada 30 Mei 2025, Gubernur menyebut enam program prioritas telah dijalankan, termasuk:

1. Penurunan stunting melalui Posyandu dan pendampingan keluarga.

2. Penguatan produk desa unggulan.

3. Dukungan promosi dan penjualan produk lokal lewat gerai dan aplikasi.

4. Akses pendidikan unggul bagi anak-anak NTT.

5. Reformasi pendapatan daerah dan birokrasi.

6. Penugasan ASN dan pekerja migran sebagai duta pembangunan.

Melki, melalui program “Meja Rakyat” sekitar 170 pengaduan dari masyarakat telah diterima dan ditindaklanjuti, semua laporan langsung kami teruskan ke pihak terkait dan kami cek progres penyelesaiannya, Mari bangun NTT bersama-sama, dari desa hingga kota, dari rakyat hingga birokrasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *