Opini

Curva Sud Mania: Aksi Heroik, Perseftim Per Sempre, Kepala Batu, dan Senareke

46
×

Curva Sud Mania: Aksi Heroik, Perseftim Per Sempre, Kepala Batu, dan Senareke

Sebarkan artikel ini

_Penulis: Paji Hajju (Masyarakat Bumi Flores Timur)_

 

Perjalanan tim Perseftim dalam merebut gelanggang utama ETMC XXXIII harus berakhir dengan pilu. Setelah berjuang keras, mereka harus merelakan mimpi menuju final setelah dikalahkan oleh Tim Bintang Timur Atambua dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal yang dicetak oleh Araujo di menit ke-80 menjadi penentu nasib dua tim tersebut. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat Flores Timur, semangat juang kapten kebanggaan @patih_aukoli11 dan teman-temannya patut diacungi jempol dan rasa hormat.

 

Air mata mengalir di sudut Stadion Oepoi, Kota Kupang NTT saat pluit panjang berbunyi, menandakan akhir pertandingan yang bergengsi ini. Para pendukung Perseftim, yang dikenal dengan sebutan Curva Sud, menunjukkan betapa besar kecintaan mereka terhadap tim kesayangannya. Episod ini bukan hanya tentang kalah atau menang, tetapi tentang dedikasi dan cinta untuk sepak bola yang mengalir dalam darah para pendukung.

 

Bagi saya, pemandangan dan atmosfer di Stadion Oepoi malam itu menjadi saksi sejarah. Ini adalah saat di mana gairah sepak bola modern mulai lahir dalam masyarakat NTT atau penghuni bumi Flobamorata. Supporter Curva Sud telah menjadi teladan dalam mendukung tim, menciptakan lingkungan yang penuh semangat juang dan energi positif. Mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga menjadi bagian integral dari permainan itu sendiri.

 

Curva Sud bukan sekadar komunitas supporter biasa. Mereka adalah contoh nyata dari supporter modern yang mampu memberikan dukungan tak tergoyahkan kepada Tim Perseftim. Dari awal hingga akhir laga, mereka hadir dengan komitmen dan loyalitas yang tinggi, menunjukkan bahwa generasi muda Flotim memiliki potensi besar dalam mendukung sepak bola daerah. ‘Perseftim Per Sempre’ menggema di udara Nusa Cendana meski sedikit gerimis yang menghadang.

 

Saat berdiri di tribun selatan, saya merasakan kebersamaan yang hangat antara supporter. Selepas pulang, teman-teman dari Atambua dan Kota Kupang. Mereka dengan lantang mengakui, bahwa Flotim (Flores Timur) adalah contoh yang patut dicontoh. Suara merdu nyanyian dan koreografi aesthetic yang ditampilkan Curva Sud memberikan warna tersendiri pada pertandingan, menambah euforia dan gairah di stadion.

 

Kehadiran Curva Sud memberikan banyak pelajaran positif. Komunitas supporter ini telah berhasil menciptakan sinergi yang kuat, meninggalkan ego masing-masing demi tujuan bersama. Mereka mengkampanyekan sepak bola modern dengan cara yang unik, mirip dengan supporter di Italia yang dikenal fanatik dalam mendukung tim mereka maupun dari Inggris dengan kehadiran Hooligan.

 

Seragam hitam yang mereka kenakan menjadi simbol dari perjuangan dan dedikasi tanpa henti. Dalam momen-momen penting, mereka bahkan rela membelakangi permainan demi memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Lewotana itu. Ini bagian dari pengorbanan yang sangat berarti, bergerak dari hati, dan sudah seharusnya menjadi contoh bagi semua supporter di NTT, dari tingkat daerah hingga desa.

 

Dari posisi saya tepat di tribun selatan bersama dengan teman-teman lainnya, saya menyaksikan semangat membara dari para supporter Curva Sud. Mereka tak kenal lelah, terus berteriak dan menyanyikan lagu dukungan untuk Tim Perseftim. Ini adalah bukti nyata bahwa dukungan mereka tidak tergantung pada hasil akhir, tetapi lebih kepada kecintaan yang tulus terhadap tim.

 

Apa yang terjadi di Stadion Oepoi ialah sebuah pelajaran berharga tentang kehormatan dan loyalitas. Bagi para supporter, menang atau kalah adalah hal kedua; yang terpenting adalah mereka tetap setia berada di pinggir lapangan, mendukung setiap langkah tim kesayangan mereka. Ini memberikan jawaban bahwa semangat juang yang patut dicontoh oleh semua pencinta sepak bola di NTT.

 

Terima kasih kepada semua supporter yang hadir malam itu. Momen ini akan diingat sebagai bagian dari sejarah sepak bola NTT. Atmosfer yang tercipta di Stadion Oepoi tidak akan pernah terlupakan dalam ingatan paling sunyi kita semua, masyarakat Flores Timur, dari Solor Timur desa Watohari untuk Perseftim (Sampe Dopi Kepo) dan cerita tentang semangat Curva Sud akan terus bergema dengan riang di telinga kita.

 

Dengan segala kelebihan dan kekurangan, Lewotana Flores Timur telah menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang besar dalam dunia sepak bola. Apresiasi yang tak terhingga dari saya untuk manajemen Curva Sud dan semua anggotanya yang telah berjuang demi kejayaan tim kebanggaan kita bersama. Semoga semangat ini terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang. Terus bergerak, berdampak, dan dari hati.

 

Gairah sepak bola di NTT sedang meningkat, dan Curva Sud adalah salah satu pendorong utama dari perubahan ini. Mereka adalah simbol harapan, daya juang dan komitmen bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, impian untuk meraih kejayaan di dunia sepak bola bukanlah hal yang mustahil untuk digapai.

 

Mari kita bersama-sama menjaga semangat ini, dan terus mendukung sepak bola NTT dengan cara yang positif dan konstruktif. Sejarah telah tercipta, dan kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan ini, menuju masa depan yang lebih cerah bagi sepak bola di provinsi Nusa Tenggara Timur kita tercinta. Akhir kata, Perseftim Sampe Dopi Kepo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *