Kupangonline.com Kupang – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) melepas bantuan kemanusiaan senilai Rp640 juta untuk warga Flores yang terdampak gempa bumi.
Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Kajati NTT Roch Adi Wibowo di Kantor Kejati NTT, Rabu 26 Agustus 2026. Distribusi dilakukan melalui jalur laut bersama Dankodaeral VII dan jalur udara dengan dukungan Lanud El Tari Kupang.
Dukungan Jaksa Seluruh Indonesia
Roch Adi Wibowo menyebut bantuan tersebut merupakan hasil sinergi Kejaksaan Agung RI, IAD Pusat dan Wilayah NTT, Kejati NTT, serta Adhyaksa Golf Club.
“Total bantuan tersebut berasal dari sinergi Kejaksaan Agung RI, IAD Pusat dan Wilayah NTT, Kejati NTT, serta Adhyaksa Golf Club. Bantuan didistribusikan menggunakan 8 truk, dan dilanjutkan dengan kapal TNI AL serta pesawat TNI AU menuju titik-titik terdampak di Flores,” jelas Adi.
Selain kebutuhan pokok, Kejati NTT juga menyalurkan uang tunai Rp70 juta bagi korban.
“Ada juga dukungan uang tunai senilai Rp70 juta, yang nantinya bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” urai dia.
Bantuan yang dikirim berupa beras, air mineral, toren air, terpal, perlengkapan bayi dan lansia, serta perlengkapan kebersihan.
Ia menjelaskan, untuk distribusi ke kabupaten terdampak nantinya akan dikoordinasikan oleh TNI Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.
“Kita akan berkoordinasi dengan Kodaeral VII dan Lanud El Tari Kupang, untuk pendistribusian logistik,” katanya.
Sebelumnya, pada 20 Agustus 2026, Kejati NTT juga telah menyalurkan bantuan Rp30 juta ke Kejari Ende berupa toren air, air mineral, mie instan, beras, sabun, dan selang.
“Kejaksaan hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban dan memberi semangat dalam pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Kantor Kejaksaan di Flores Alami Kerusakan
Adi juga melaporkan sejumlah kantor Kejaksaan di Flores terdampak gempa, yang paling parah adalah Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo yang mengalami kerusakan berat.
“Seperti yang kita ketahui semua alhamdulillah di wilayah Timor aman. Yang terdampak berat itu di Kejaksaan Negeri Manggarai Cabang Reo ini lumayan berat. Sementara Kejaksaan Negeri Manggarai sendiri, juga terdampak dengan kerusakan sedang,” ujarnya.
Sementara untuk Kejari Manggarai Barat, Kejari Ende, Kejari Ngada, dan Kejari Maumere mengalami kerusakan ringan. Pelayanan di empat kantor tersebut disebutnya masih berjalan normal.
“Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Ende, Ngada, Maumere ini mengalami kerusakan tetapi syukur alhamdulillah, rusak ringan. Proses pelayanan juga tetap seperti biasanya tidak terganggu sama sekali,” katanya.
Untuk tahap awal, bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar dan kesehatan. Bantuan untuk sektor pendidikan belum dikirim.
“Kita masih berfokus untuk kesehatannya dulu. Akan kami coba pikirkan kembali apakah ada nanti akan disalurkan kembali misalnya,” urai dia.
“Soalnya jujur untuk mengumpulkan barang sebanyak ini, di Kupang susah. Apalagi di sana, maka kami berinisiatif ambil dari sini baru dikirimkan ke sana,” lanjut Adi.
Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para korban bencana di Pulau Flores.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tukas Adi Wibowo. (*)












