Uncategorized

Tokoh Adat dan Pemdes Palakahembi SUMBA TIMUR Dukung Investasi Tambak Udang

6
×

Tokoh Adat dan Pemdes Palakahembi SUMBA TIMUR Dukung Investasi Tambak Udang

Sebarkan artikel ini

 

Kupangonline.com,SUMBA TIMUR – Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, kini memasuki babak baru pembangunan ekonomi pesisir. Proyek Tambak Udang Terintegrasi (Integrated Farming) yang rancangan mendapat dukungan penuh dari tokoh adat dan Pemerintah Desa Palakahembi, membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hamparan pesisir yang selama ini dikenal dengan keindahan alamnya kini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi udang modern di Indonesia Timur. Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat sektor perikanan nasional.

Dukung Takoh Adat untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dalam budaya masyarakat Sumba, pembangunan tidak hanya dipandang dari aspek ekonomi, tetapi juga dari keseimbangan antara manusia, alam, dan warisan leluhur.
Tokoh adat Palakahembi, Kambaru Windi, menegaskan bahwa masyarakat terhadap proyek tambak udang terintegrasi lahir dari proses dialog yang terbuka dan penuh pertimbangan.

“Kami tidak melihat ini hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi tanah kami. Lelulhur kami mengajarkan untuk menjaga bumi agar dapat memberi kepada kepada anak cucu,” ujar Kambaru Windi.
Menurutnya, pembangunan tambak udang ini membutuhkan peluang bagi generasi muda Palakahembi dan bekerja berkembang di tanah kelahiran mereka sendiri, tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
la juga berharap modernisasi sektor perikanan tetap menghormati nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat lokal.

Pemerintah Desa Palakahembi: Tambak Udang Jadi Lompatan Ekonomi
Pemerintah Desa Palakahembi menyambut investasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selama ini sebagian besar warga masih bergantung pada sector tradisional yang sering terpengaruh oleh kondisi cuaca dan keterbatasan akses pasar. Kehadiran industri tambak udang modern dinilai dapat menghadirkan stabilitas ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Pemerintah desa menyebutkan tiga manfaat utama dari proyek tambak udang terintegrasi ini, yaitu:

1. Membuka Lapangan Kerja bagi Masyarakat Lokal
Putra-putri daerah akan prioritaskan untuk terlibat dalam operasional tambak, sehingga mereka dapat memperoleh keahlian teknis di sektor perikanan modern.

2. Menggerakkan UMKM Lokal
Investasi ini juga akan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan proyek, seperti jasa transportasi, catering, logistik, hingga penyediaan kebutuhan operational tambak.

3. Peningkatan Infrastruktur Desa
Seiring dengan pembangunan tambak udang, infrastruktur pendukung seperti jalan desa, jaringan listrik, dan akses air bersih juga akan ditingkatkan, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Palakahembi.

Sosialisasi Terbuka Dorong Dukungan Masyarakat
Dukungan masyarakat terhadap proyek ini tidak muncul secara instan. Proses sosialisasi

 

yang transparan dan dialog terbuka antara pemerintah, tokoh adat, dan warga menjadi kunci terciptanya kesepahaman bersama.

Warga Palakahembi menyadari bahwa keberadaan proyek strategis ini akan menempatkan desa mereka sebagai bagian dari rantai industri perikanan global.

“Kami ingin Palakahembi dikenal bukan hanya karena keindahan padang sabananya, tetapi juga sebagai pusat produksi udang berkualitas Dunia,” ungkap salah satu perwakilan warga dalam pertemuan desa.

Palakahembi Menuju Sentra Udang Dunia

Pembangunan tambak udang terintegrasi ini menjadi bukti bahwa Sumba Timur, khususnya Kecamatan Pandawai, mulai mengambil peran penting dalam transformasi ekonomi biru Indonesia.

Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tokoh adat dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan investasi sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ke depan, udang hasil budidaya dari pesisir Palakahembi diharapkan mampu menebus pasar ekspor global, membawa nama Sumba Timur sebagai salah satu pusat produksi udang berkualitas Dunia.(Xx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *