BeritaKesehatan

Metode Laser, Tindakan Bedah Minim Resiko di RSU Siloam Kupang, Layani Peserta BPJS

16
×

Metode Laser, Tindakan Bedah Minim Resiko di RSU Siloam Kupang, Layani Peserta BPJS

Sebarkan artikel ini

kupangonline.com, Kupang – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat akrab dengan jenis penyakit Varises atau EVLA (Endovenous Laser Ablation), Fistula Ani atau FiLaC (Fistula Laser Closure), Wasir atau LHP (Laser Hemorrhoidoplasty), serta Saraf Kejepit atau PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression).

Terhadap empat jenis penyakit tersebut, banyak pasien selalu diarahkan untuk menempuh jalur operasi dan kerapkali proses penyembuhannya lama dan resiko pasca operasi cukup tinggi, disertai biaya pengobatan yang sangat mahal.

Namun saat ini, RSU Siloam berusaha menjawab keluhan masyarakat dengan menghadirkan inovasi teknologi kesehatan yang lebih mudah, dan minim resiko berupa Metode Laser Modern berupa Tindakan Bedah Minim luka.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Kupang, Jumat (6/2/26).

Chief Operating Officef (COO) RSU Siloam Kupang, Lenny Anthonius, mengatakan bahwa pihaknya terus berupa meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penanganan penyakit menggunakan metode Laser.

“Semakin canggihnya teknologi seiring dengan munculnya penyakit yang semakin kompleks dialami masyarakat, sehingga penanganan penyakit tidak bisa dilakukan secara biasa pula, dan RSU Siloam menghadirkan Inovasi berupa Laser untuk tindakan bedah menangani penyakit secara serius dan tepat sasaran, serta minim resiko,” ungkap Lenny.

Khusus layanan tindakan bedah menggunakan Laser, RSU Siloam Kupang jyga membuka ruang bagi Pasien BPJS Kesehatan untuk dapat mengakses layanan tersebut.

“Kami sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sehingga pasien pengguna BPJS Kesehatan dapat dicover, tanpa harus memikirkan biaya pengobatannya, sehingga masyarakat jangan takut untuk berobat di RSU Siloam Kupang,” tambah Lenny.

Dalam kesempatan Media Gathering juga menghadirkan empat narasumber yang berkompeten dalam bidangnya menangani pasien Bedah menggunakan Laser.

dr. Teguh Dwi Nugroho, Sp.B, Subsp BVE (K) yang menangani kasus Varises atau EVLA (Endovenous Laser Ablation) yang menangani varises dari dalam pembuluh darah.
Metode ini dilakukan Tanpa Sayatan besar, dokter memasukkan serat laser kecil untuk menutup pembuluh darah yang bermasalah.
Keunggulannya diantaranya rasa nyeri berkurang, memangkas waktu rawat inap, bekas luka sangat kecil, dan pasien dapat kembali beraktivitas dengan cepat.

dr. Herbert S. Silalahi,Sp.B yang menangani Fistula Ani atau FiLaC (Fistula Laser Closure) berupa terapi laser modern untuk fistula ani tanpa harus menjalani operasi besar.
Terkait FilaC adalah metode terbaru untul menangani fistula ani, atau kondisi dimana munculnya saluran tidak normal di sekitar dubur yang sering ditandai dengan benjolan menyerupai bisul, nyeri, bengkak, dan kadang keluar cairan atau nanah secara berulang.
Kondisi tersebut kerapkali dianggap bisul biasa, namun bisa kambuh jika tidak ditangani dengan tepat.

dr. Simeon Berhimpon, Sp.B. yang menangani Wasir atau LHP (Laser Hemorrhoidoplasty) artinya Wasir diatasi dengan laser, minim nyeri dan pendarahan.
LHP adalah tindakan laser untuk wasir (ambeien) tanpa pemotongan jaringan besar, dan Laser untuk mengecilkan pembuluh darah wasir dari dalam.
Keunggulannya berupa nyeri jauh lebih ringan, pendarahan minimal, pasien bisa pulang lebih cepat dibanding operasi pada umumnya.

dr. Donny Argie, Sp.BS, N.Vas (CK) yang menangani Saraf Kejepit atau PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression) atau Terapi Laser tanpa operasi besar untuk saraf kejepit.
Terkait PLDD digunakan untuk pasien saraf kejepit akibat bantalam tulang belakang (HNP). Dokter akan menggunakan laser untuk mengurangi tekanan pada saraf tanpa operasi terbuka.
Keunggulannya, tanpa sayatan besar, resiko komplikasi lebih rendah, dan pemulihan lebih cepat.

Dari semuanya itu, hal terpenting bagi pasien dan semua masyarakat NTT agar tetap menjaga kesehatan tubuh dengan cara berolahraga teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. (tia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *