Uncategorized
34
×

Sebarkan artikel ini







 

Kupangonline.com-Kupang (27/3/2025) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang melalui Unit Siaga SAR Atambua bersama seluruh Potensi SAR terus melakukan upaya pencarian terhadap dua korban yang hilang akibat terbaliknya perahu bodi di perairan Pantai Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, yang diduga disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan kejadian pada pukul 06.20 Wita dari Kapolsek Wini, yang menginformasikan adanya perahu yang membawa delapan orang penumpang terbalik. Berdasarkan informasi awal, masyarakat setempat dan keluarga korban telah melakukan upaya pencarian awal sebelum akhirnya melaporkan kejadian ke Basarnas Kupang untuk mendapatkan bantuan SAR yang lebih profesional.

Setelah menerima informasi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Mexianus Bekabel S.Sos., M.M. selaku SMC (SAR Mission Coordinator) segera mengerahkan personil Unit Siaga SAR Atambua menuju lokasi kejadian pada pukul 06.40 Wita yang terdiri dari 5 orang Rescuer menggunakan Rescue Dimex dan dilengkapi peralatan SAR laut.

Pada pelaksanaan operasi SAR hari pertama ini, Tim Gabungan berhasil menemukan empat korban. Pada pukul 08.28 Wita, satu korban jiwa atas nama Adrianus Mado ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1 NM dari lokasi kejadian. Kemudian, pada pukul 09.56 Wita, Tim kembali menemukan satu korban jiwa lainnya atas nama Raymundus Fernandes di lokasi yang sama. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga telah menemukan dua korban selamat, yaitu Kasmir Koa, Irenius Opat, dan Melianus Yori Betay. Hingga pukul 18.00 Wita, data korban yang dihimpun adalah 3 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 2 orang masih dalam pencarian atas nama Mus Bani dan Boy Bani.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk BPBD Kabupaten TTU, Polsek Wini, Babinsa Wini, Pol Air Wini, KUPP Wini, Dinsos TTU, serta masyarakat dan keluarga korban. Peralatan utama yang digunakan dalam operasi ini meliputi Kapal Rescue Dimex, perahu karet, peralatan SAR laut lengkap, beberapa unit perahu nelayan, alat komunikasi, serta peralatan medis. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang terus melakukan koordinasi yang intensif dengan seluruh unsur SAR di lapangan. Upaya pencarian akan terus dioptimalkan untuk menemukan dua korban yang masih dalam pencarian.(Xx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *